
China berkomitmen capai netralitas karbon meski upaya global mundur

Foto dari udara ini menunjukkan pembangkit listrik tenaga surya di wilayah Gonghe, Prefektur Otonom Etnis Tibet Hainan, Provinsi Qinghai, China barat laut, pada 8 Februari 2022. (Xinhua/Zhang Long)
Upaya netralitas karbon China diwujudkan dengan peluncuran pasar karbon nasional pada Juli 2021, dan mencatatkan turnover kumulatif sebesar 195 juta ton kuota emisi karbon senilai hampir 8,6 miliar yuan (18,1 triliun rupiah) per 14 September.
Beijing, China (Xinhua) – China akan tetap berkomitmen untuk mencapai puncak karbon dan netralitas karbon di tengah kemunduran baru-baru ini dalam upaya pengurangan karbon global setelah beberapa negara kembali menggunakan pembangkit listrik batu bara untuk mengatasi masalah energi, kata seorang pejabat negara tersebut pada Kamis (22/9)."Transformasi rendah karbon bukan hal yang mudah dilaksanakan," kata Liu Dechun, seorang pejabat di Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China, dalam sebuah konferensi pers. China akan mengintegrasikan target karbon ke dalam rencana besar perlindungan lingkungan serta pembangunan ekonomi dan sosial, lanjutnya.Negara tersebut akan berupaya lebih lanjut mewujudkan transformasi hijau dan rendah karbon pada sumber-sumber energinya, meningkatkan industrinya demi mempertinggi efisiensi energi, serta memacu inovasi teknologi hijau, urai Liu.Kamis pekan ini menandai dua tahun tekad China untuk mencapai puncak emisi karbon pada 2030 dan mewujudkan netralitas karbon pada 2060. Upaya ini telah menunjukkan awal yang bagus, ujar Liu.China meluncurkan pasar karbon nasional pada Juli 2021, dan mencatatkan turnover kumulatif sebesar 195 juta ton kuota emisi karbon senilai hampir 8,6 miliar yuan per 14 September.Kemajuan rendah karbon yang signifikan juga terlihat di berbagai sektor seperti sektor konstruksi dan transportasi. China telah menyelesaikan pembangunan lebih dari 2 miliar meter persegi bangunan hijau di kawasan perkotaan per 2021 serta menjadi yang terdepan di dunia dalam hal output dan penjualan kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) selama tujuh tahun berturut-turut.Negara tersebut meningkatkan konsumsi batu bara yang bersih dan efisien serta mencatatkan angka tertinggi di dunia dalam hal kapasitas terpasang sumber energi terbarukan yakni sebesar 1,1 miliar kilowatt, kata Liu.Konsumsi energi per unit Produk Domestik Bruto (PDB) juga terus menurun, sedangkan rasio cakupan hutan terus meningkat untuk menyerap lebih banyak emisi karbon.China berupaya mempromosikan mekanisme yang adil dan saling menguntungkan untuk tata kelola iklim global serta mendukung upaya rendah karbon di negara-negara berkembang, ungkap Liu.*1 yuan = 2.128 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bayi 13 bulan di Spanyol jalani transplantasi usus dalam operasi pionir
Indonesia
•
13 Oct 2022

WHO: Gizi buruk di Gaza makin mengkhawatirkan
Indonesia
•
29 Jul 2025

Visa terapkan kode baru untuk identifikasi transaksi di toko senjata AS
Indonesia
•
11 Sep 2022

Wanita Filipina melahirkan dalam penerbangan, 7 pekan lebih awal
Indonesia
•
19 Jun 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
