
Studi sebut jutaan anak di AS tak miliki jaminan kesehatan yang memadai

Anak-anak berpartisipasi dalam kegiatan membuat topeng panda raksasa di Kebun Binatang Nasional Smithsonian di Washington DC, Amerika Serikat, pada 30 September 2023. (Xinhua/Liu Jie)
Cakupan pertanggungan kesehatan yang tidak memadai merupakan masalah signifikan bagi anak-anak dengan asuransi komersial di Amerika Serikat.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Cakupan pertanggungan kesehatan yang tidak memadai merupakan masalah signifikan bagi anak-anak dengan asuransi komersial, menurut sebuah studi baru yang dirilis oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Mailman Universitas Columbia.Penelitian tersebut, yang dipublikasikan di JAMA Health Forum, menunjukkan bahwa kesenjangan cakupan pertanggungan juga memengaruhi anak-anak dengan asuransi publik.Menggunakan data representatif dari Survei Kesehatan Anak Nasional Amerika Serikat (AS) 2016-2021, para peneliti menganalisis informasi yang dilaporkan oleh orang tua atau pengasuh tentang data asuransi kesehatan untuk anak-anak dari usia 0 hingga 17 tahun dan membandingkan perubahan selama COVID-19, mengidentifikasi cakupan yang tidak konsisten dan tidak memadai dalam setiap jenis asuransi.Mereka menemukan bahwa satu dari lima anak di AS tidak memiliki asuransi kesehatan yang memadai. Cakupan pertanggungan yang tidak memadai sangat tinggi di kalangan anak-anak yang memiliki asuransi komersial.Menurut studi tersebut, masih banyak yang harus dilakukan untuk melindungi keluarga-keluarga berasuransi komersial dari biaya tinggi yang harus dikeluarkan sendiri untuk perawatan kesehatan anak dan memastikan bahwa jaringan tunjangan yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan anak.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti Australia kaji dampak larangan media sosial pertama di dunia untuk remaja
Indonesia
•
14 Oct 2025

Israel perintahkan militer bersiap untuk penempatan jangka panjang di Tepi Barat di tengah eskalasi serangan
Indonesia
•
25 Feb 2025

WHO: Kasus COVID-19 akan capai 1 juta
Indonesia
•
02 Apr 2020

Pakar sebut dunia tengah hadapi krisis kembar, percepatan transisi energi jadi solusi
Indonesia
•
13 Mar 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
