Brasil bela hakim agung yang digugat perusahaan milik Trump, sebut taruhannya kedaulatan negara

Hakim Mahkamah Agung Federal Brasil (STF) Alexandre de Moraes menghadiri pembacaan putusan dan penetapan hukuman dalam persidangan terkait dugaan rencana kudeta mantan presiden Brasil Jair Bolsonaro untuk merebut kekuasaan setelah kekalahannya dalam pemilihan presiden 2022 di Brasilia, Brasil, pada 11 September 2025. (Xinhua/Lucio Tavora)

Sao Paulo, Brasil (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah Brasil turun tangan untuk membela hakim Mahkamah Agung Federal Brasil (STF) Alexandre de Moraes dalam gugatan yang diajukan di Amerika Serikat (AS) oleh platform streaming Rumble dan Trump Media, sebuah perusahaan yang memiliki kaitan dengan Presiden AS Donald Trump, demikian dilansir media lokal pada Kamis (4/6).

Pemerintah Brasil memandang kasus tersebut sebagai persoalan kedaulatan nasional, menurut sejumlah laporan media. Dalam surat yang disampaikan kepada pengadilan, Jaksa Agung Flavio Jose Roman menawarkan dukungan sumber daya hukum pemerintah untuk menghadapi gugatan tersebut, yang diajukan di Florida pada Februari 2025.

Ketua STF Edson Fachin menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang "tepat waktu dan diperlukan."

"Yang dipertaruhkan bukan hanya sosok individual seorang hakim Mahkamah Agung, melainkan independensi peradilan Brasil, integritas supremasi hukum, dan pada akhirnya kedaulatan nasional itu sendiri."

Moraes, yang dituduh melakukan penyensoran ilegal terhadap wacana politik yang sah di AS, memerintahkan penangguhan layanan Rumble pada Februari 2025 karena platform tersebut gagal mematuhi perintah pengadilan. Moraes menyatakan bahwa Rumble mengabaikan keputusannya untuk memblokir akun blogger sayap kanan ekstrem Allan dos Santos, pendukung mantan presiden Brasil Jair Bolsonaro.

Moraes memimpin sejumlah penyelidikan terkait serangan terhadap institusi-institusi demokrasi Brasil dan memimpin persidangan yang menjatuhkan hukuman 27 tahun dan tiga bulan penjara kepada Bolsonaro.

Tahun lalu, pemerintahan Trump memberlakukan sanksi perdagangan dan keuangan terhadap Brasil serta beberapa pejabat Brasil, dengan alasan keberatan terhadap penuntutan Bolsonaro oleh STF. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait