Penemuan berlian bersama emas di Far North Kanada berikan petunjuk sejarah awal Bumi

Penemuan berlian bersama emas di Far North Kanada berikan petunjuk sejarah awal Bumi
Ilustrasi. Pengukuran umur sampel batuan konglomerat seberat 15 kilogram yang mengandung berlian di Far North Kanada menunjukkan pengendapannya sekitar tiga miliar tahun yang lalu. (Arek Socha from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Penemuan berlian pada singkapan di atas deposit emas yang belum terealisasi di Far North Kanada mencerminkan asosiasi kedua material di atas tambang emas terkaya di dunia tersebut, menurut penelitian Universitas Alberta tentang kondisi termal kerak Bumi tiga miliar tahun lalu, seperti dikutip dari situs jejaring Eurekalert.

“Berlian yang kami temukan sejauh ini kecil dan tidak ekonomis, tapi berlian tersebut muncul di sedimen kuno yang merupakan analog yang tepat dari deposit emas terbesar di dunia, yakni Witwatersrand Goldfields di Afrika Selatan, yang telah menghasilkan lebih dari 40 persen emas yang pernah ditambang di Bumi,” kata Graham Pearson, peneliti di Fakultas Sains dan Pemenang Ketua Riset Kanada.

“Berlian dan emas adalah pasangan yang sangat aneh. Mereka hampir tidak pernah muncul di batu yang sama, jadi penemuan baru ini dapat membantu menguatkan daya tarik penemuan emas asli jika kita dapat menemukan lebih banyak berlian,” tuturnya.

Pearson menjelaskan bahwa mantan ilmuwan survei geologi Val Jackson melaporkan tentang singkapan yang tidak biasa di pantai Arktik (Kutub Utara) yang memiliki kemiripan dengan endapan emas Witwatersrand.

Pearson mengatakan singkapan bebatuan itu, yang dikenal sebagai konglomerat (batuan sedimen bulat berukuran lebih dari 2 mm), pada dasarnya adalah produk erosi dari rantai pegunungan tua yang tersimpan di saluran sungai yang berkelok.

“Mereka adalah endapan berenergi tinggi yang membawa emas dan berlian,” katanya.

Pearson mengatakan menemukan endapan berlian baru di Kanada Utara sangat penting di Kanada yang terus menjadi tuan rumah industri penambangan berlian senilai 2,5 miliar dolar AS per tahun.

Pengukuran umur sampel konglomerat seberat 15 kilogram yang diambil dari lokasi penelitian menunjukkan pengendapannya sekitar tiga miliar tahun yang lalu.

“Saya terkejut setengah mati,” kata Pearson, seraya menambahkan bahwa timnya berhasil menemukan berlian dalam 15 kilogram batu tersebut.

Meskipun berlian yang ditemukan cukup kecil dengan diameter kurang dari satu milimeter, dia mengatakan implikasi geologisnya sangat besar.

Pertama, Pearson mengatakan pasti ada kimberlite atau batu seperti kimberlite yang membawa berlian ke permukaan bumi. Namun, gagasan ini diragukan banyak orang.

Pipa Kimberlite adalah lorong yang memungkinkan magma meletuskan berlian dan batuan serta mineral lainnya dari mantel melalui kerak Bumi dan muncul di permukaan.

Dia menjelaskan bahwa berlian yang stabil hanya ada di bagian mantel yang dingin, menunjukkan bahwa pasti ada akar dingin yang sangat dalam, mungkin setebal 200 kilometer, di bawah bagian benua pada awal sejarah Bumi.

Pearson mengatakan penelitian lebih lanjut sedang dilakukan pada singkapan terdekat serupa yang dikembangkan oleh Silver Range Resources bekerja sama dengan Metal Earth Project, pemerintah Nunavut dan Universitas Negeri Penn guna menetapkan sejauh mana hubungan berlian dan emas di bebatuan ini, dan kemungkinan sumber utama mineral tersebut.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here