
Kenaikan tarif produk China akan timbulkan kerugian pada perusahaan dan konsumen AS

Para pelanggan memilih-milih barang di sebuah supermarket di Foster City, California, Amerika Serikat (AS), pada 15 Mei 2024. Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS, indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) AS mengalami kenaikan 0,3 persen pada Maret. (Xinhua/Li Jianguo)
Biaya kenaikan tarif akan ditanggung konsumen Amerika Serikat (AS), sementara rata-rata pengeluaran rumah tangga AS meningkat sebesar 1.300 dolar AS per tahun.
Beijing, China (Xinhua) – Amerika Serikat (AS) membuat kesalahan lebih lanjut dengan terus mempolitisasi masalah perdagangan dan menaikkan tarif terhadap produk-produk China, yang hanya akan menimbulkan kerugian lebih besar pada perusahaan dan konsumen AS, seperti dikatakan Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Wang Wenbin pada Rabu (15/5).Pernyataan tersebut disampaikan Wang dalam taklimat media harian ketika diminta mengomentari mengenai kenaikan tarif AS baru-baru ini terhadap kendaraan listrik China dan produk lainnya.Dia menekankan bahwa AS telah membuat lebih banyak kesalahan dalam menaikkan tarif dan terus mempolitisasi masalah perdagangan. "Ini hanya akan menaikkan harga barang-barang impor secara signifikan, menimbulkan kerugian lebih besar terhadap perusahaan dan konsumen AS, dan memaksa konsumen AS untuk membayar lebih banyak lagi."Moody's memperkirakan bahwa 92 persen biaya kenaikan tarif akan ditanggung konsumen AS, sementara rata-rata pengeluaran rumah tangga AS meningkat sebesar 1.300 dolar AS per tahun, kata Wang, sembari menambahkan bahwa tindakan proteksionis AS akan semakin merusak keamanan dan stabilitas rantai industri dan pasokan global."Kami telah memperhatikan bahwa beberapa pemimpin politik Eropa mengungkapkan pandangan bahwa sama halnya terkait tarif, merusak perdagangan global juga merupakan ide yang buruk," katanya.China mendesak AS untuk mematuhi peraturan WTO dengan sungguh-sungguh dan segera membatalkan tarif tambahan ini, katanya, seraya menggarisbawahi bahwa China akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela hak dan kepentingannya.*1 dolar AS = 16.131 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Nilai ekspor Jawa Barat semester I 2021 tertinggi di Indonesia
Indonesia
•
16 Aug 2021

Minyak naik di Asia, permintaan meningkat meski kasus Omicron melonjak
Indonesia
•
30 Dec 2021

‘Megafactory’ baterai Tesla di Shanghai resmi beroperasi
Indonesia
•
13 Feb 2025

HF Gold jual-beli emas dengan syariat Islam
Indonesia
•
28 Mar 2022


Berita Terbaru

Manfaat RCEP kian terasa, produk Indonesia makin populer di pasar China
Indonesia
•
16 Jun 2026

Mobil China kian digemari, penjualan tembus 63 ribu unit dalam lima bulan, kuasai hampir 18 persen pasar
Indonesia
•
16 Jun 2026

Feature – Perajin Indonesia perluas jangkauan di pasar China melalui pameran China-Asia Selatan
Indonesia
•
15 Jun 2026

Blueberry dan kopi perkuat kerja sama pertanian China-Indonesia
Indonesia
•
15 Jun 2026
