Kebijakan Barat untuk kekang Rusia dapat picu bentrokan antarkekuatan nuklir

Sebuah sistem rudal balistik antarbenua RS-24 Yars milik Rusia melintas di Lapangan Merah saat gladi resik parade Hari Kemenangan di Moskow, Rusia, pada 7 Mei 2019. (Xinhua/Bai Xueqi)
Bentrokan senjata nuklir berpotensi terjadi, di bawah kebijakan Barat yang selalu mengekang gerak Rusia dengan menyebarkan spekulasi yang tidak bertanggung jawab bahwa Rusia akan menggunakan senjata nuklir untuk melawan Ukraina.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Kebijakan Barat untuk mengekang Rusia sangat berbahaya dan sarat dengan risiko bentrokan senjata langsung antarkekuatan nuklir, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov."Spekulasi yang tidak bertanggung jawab" bahwa Rusia akan menggunakan senjata nuklir untuk melawan Ukraina terus menyebar luas di Barat, kata Lavrov dalam sebuah wawancara dengan kantor berita TASS yang dipublikasikan pada Selasa (27/12)."Kita berbicara tentang sesuatu yang benar-benar berbeda, kebijakan Barat untuk secara komprehensif mengekang negara kami sangat berbahaya. Kebijakan tersebut menimbulkan risiko untuk bergeser menjadi bentrokan senjata langsung antarkekuatan nuklir," ujarnya.Moskow telah berulang kali mengatakan bahwa tidak ada pemenang dalam perang nuklir, yang seharusnya jangan pernah diluncurkan, tambah Lavrov.Sejumlah politisi Barat mempertajam retorika mereka tentang isu perang nuklir dan mereka-lah yang harus ditanya apakah topik ini akan berlanjut pada 2023, katanya.Diplomat tinggi Rusia itu menyatakan "keprihatinan mendalam atas ingar bingar propaganda" di Amerika Serikat dan negara-negara Barat pada umumnya terkait senjata nuklir.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Presiden Xi: China dan Jerman mitra untuk dialog, pembangunan, kerja sama
Indonesia
•
21 Dec 2022

Sejumlah perusahaan Barat putuskan hubungan dengan Rusia
Indonesia
•
26 Feb 2022

Barack Obama tak bisa masuk Rusia
Indonesia
•
20 May 2023

Diadili atas kampanye ‘perang melawan narkoba’, Duterte tegaskan bakal "bertanggung jawab"
Indonesia
•
15 Mar 2025
Berita Terbaru

Jepang akan pilih PM pada 18 Februari usai pemilu
Indonesia
•
13 Feb 2026

Kremlin sebut tekanan AS buat Kuba krisis BBM
Indonesia
•
13 Feb 2026

Laporan Keamanan Munich peringatkan kehancuran tatanan internasional di tengah perubahan kebijakan AS
Indonesia
•
13 Feb 2026

Khamenei beri pengampunan massal di Iran, kecuali untuk kasus kerusuhan terbaru
Indonesia
•
13 Feb 2026
