
Menhan Rusia tekankan pembangunan kekuatan nuklir strategis

Foto tangkapan video yang diberikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia ini menunjukkan rudal balistik antarbenua Sarmat diluncurkan saat uji peluncuran dari landasan peluncuran Plesetsk di Rusia barat laut pada 30 Maret 2018. (Xinhua/Kementerian Pertahanan Rusia)
Kekuatan nuklir strategis Rusia akan mendapat dukungan dari pembangunan fasilitas-fasilitas utama pada 2023, dalam lima formasi Angkatan Rudal Strategis Rusia untuk menerapkan sistem rudal baru.
Moscow, Rusia (Xinhua) – Pada 2023, Rusia akan "memberikan perhatian khusus" kepada pembangunan fasilitas-fasilitas utama untuk kekuatan nuklir strategis negara itu, demikian disampaikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu pada Rabu (30/11).Saat ini, pembangunan fasilitas infrastruktur tersebut sedang berlangsung dalam lima formasi Angkatan Rudal Strategis Rusia untuk menerapkan sistem rudal baru, kata Shoigu dalam sebuah pertemuan dengan para pejabat pertahanan senior negara itu.Pekerjaan dilanjutkan dengan pembangunan situs uji multilayanan untuk Angkatan Antariksa (Space Force) Rusia di wilayah Krasnoyarsk di Siberia timur, imbuhnya."Penting untuk memastikan fasilitas infrastruktur dioperasikan secara serempak dengan pasokan senjata modern dan peralatan militer untuk para pasukan," kata Shoigu.Perang nuklir
Meskipun pada 2023, Rusia akan memberikan perhatian khusus kepada pembangunan fasilitas-fasilitas utama untuk kekuatan nuklir strategis negara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pada awal Agustus lalu menyatakan bahwa perang nuklir tidak dapat dimenangi dan tidak boleh dilakukan."Kami mendukung keamanan yang setara dan tak terpisahkan untuk seluruh masyarakat dunia," ujar Putin dalam pesan sambutan saat dibukanya Konferensi Peninjauan Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty/NPT) ke-10.Sebagai pihak dalam NPT dan salah satu penyimpan (depositary), Rusia konsisten mematuhi perjanjian tersebut dan telah sepenuhnya merealisasikan kewajibannya berdasarkan perjanjian bilateral dengan Amerika Serikat soal pengurangan dan pembatasan senjata terkait, tegasnya.Rusia berharap konferensi tersebut dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk memperkuat rezim nonproliferasi nuklir guna memastikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di dunia, kata Putin.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

OpenAI bobol sistem layanan kesehatan Australia, perusahaan siapkan ‘rem darurat’ untuk model AI
Indonesia
•
07 Oct 2026

Teleskop Webb NASA abadikan gambar Nebula Tarantula
Indonesia
•
07 Sep 2022

Fokus Berita – Peringati satu tahun gempa, Turkiye pertimbangkan langkah antisipasi gempa
Indonesia
•
07 Feb 2024

Data NASA ungkap keberadaan mantel ‘bergumpalan’ di Mars
Indonesia
•
01 Sep 2025


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
