Belanda beli satu lagi sistem pertahanan udara Patriot dari perusahaan AS Raytheon

Bandara Eindhoven, Belanda, pada 23 Juli 2014. (Xinhua/Pan Zhi)

Sistem Patriot Belanda saat ini sedang dikerahkan di Polandia sebagai bagian dari operasi NATO untuk melawan potensi ancaman Rusia.

 

Den Haag, Belanda (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah Belanda menandatangani kontrak dengan perusahaan Amerika, Raytheon, pada Selasa (7/4) untuk membeli satu lagi sistem pertahanan udara Patriot. Demikian diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Belanda.

"Perang di Ukraina dan Timur Tengah menunjukkan betapa pentingnya pertahanan udara yang kuat. Itulah alasan kami menandatangani kontrak pada hari ini untuk menambah unit penembak (rudal) Patriot," kata Sekretaris Negara untuk Bidang Pertahanan Belanda Derk Boswijk dalam sebuah unggahan di media sosial. Dia menyebut tujuan pembelian ini adalah untuk memperkuat perlindungan, baik bagi Belanda maupun sekutu-sekutu NATO-nya.

Sistem Patriot terdiri dari beberapa komponen, yang mencakup stasiun peluncur, stasiun kendali, dan radar. Kontrak pembelian ini juga mencakup penyediaan suku cadang dan cadangan logistik.

"Kontrak baru ini menegaskan ambisi kami untuk merespons ancaman yang terus berkembang di wilayah udara secara cepat dan efektif," kata Kementerian Pertahanan Belanda dalam sebuah pernyataan.

Menurut media lokal RTL News, dua sistem Patriot Belanda saat ini sedang dikerahkan di Polandia sebagai bagian dari operasi NATO untuk melawan potensi ancaman Rusia. Satu sistem Patriot tetap ditempatkan di Belanda, sementara sistem keempat, yang dipesan tahun lalu, belum dikirim. Dengan pembelian terbaru ini, jumlah sistem Patriot yang dimiliki Belanda akan bertambah menjadi lima.

Tanggal pasti pengiriman sistem baru tersebut belum diungkapkan, meski diperkirakan akan terwujud sebelum 2030.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait