
Asosiasi Medis Afrika Selatan putuskan hubungan dengan mitra Israel, desak penangguhan global

Seorang anak Palestina menerima makanan gratis dari pusat distribusi makanan di Gaza City pada 19 April 2025. Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (19/4) mengatakan bahwa perlintasan perbatasan Gaza masih ditutup selama tujuh pekan berturut-turut, yang mengakibatkan bantuan kemanusiaan, pasokan medis, vaksin, dan bahan bakar tidak bisa masuk ke daerah kantong tersebut. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Asosiasi Medis Afrika Selatan menangguhkan hubungan profesional dengan Asosiasi Medis Israel dan mendesak penangguhan Asosiasi Medis Israel secara global.
Cape Town, Afrika Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Asosiasi Medis Afrika Selatan (South African Medical Association/SAMA) mengumumkan keputusannya untuk "segera menangguhkan semua hubungan profesional dan bilateral" dengan Asosiasi Medis Israel (Israeli Medical Association/IMA), dengan mengutip kekhawatiran besar atas krisis kemanusiaan di Gaza dan dugaan pelanggaran etika medis internasional.Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (4/10), SAMA, yang mewakili para dokter di seluruh Afrika Selatan, mengatakan bahwa mereka juga akan mendesak penangguhan IMA dari World Medical Association (WMA).SAMA mengatakan bahwa keputusan-keputusan ini, yang diadopsi pada 3 Oktober setelah apa yang disebutnya sebagai "konsultasi ekstensif," mencerminkan pandangan asosiasi tersebut bahwa IMA telah gagal menegakkan "etika medis internasional dan kewajiban kemanusiaan" dalam konteks konflik itu.Pengumuman tersebut dikeluarkan tidak lama setelah pencegatan Israel terhadap Armada Global Sumud dan penahanan para pesertanya di perairan internasional ketika mereka berusaha mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.Dalam pernyataan itu, SAMA mengatakan bahwa keputusannya akan tetap berlaku hingga IMA mengambil "tindakan yang dapat diverifikasi secara publik," termasuk menuntut pembebasan tenaga medis Palestina yang ditahan, mengecam penghancuran sistem perawatan kesehatan Gaza, menolak penggunaan kelaparan sebagai kebijakan dan blokade pasokan medis yang esensial, serta mengambil langkah-langkah aktif untuk memastikan perawatan medis yang memadai bagi semua individu di bawah kendali Israel."Resolusi-resolusi ini mencerminkan komitmen SAMA untuk menegakkan etika medis, hak asasi manusia, dan kemuliaan pekerjaan perawatan kesehatan dalam situasi konflik," ujar organisasi tersebut, seraya menambahkan bahwa pendiriannya sejalan dengan prinsip-prinsip WMA dan hukum kemanusiaan internasional.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Puluhan orang tewas saat mencari bantuan makanan di Gaza
Indonesia
•
20 Jul 2025

New York City umumkan status darurat saat badai picu banjir dan kerusakan
Indonesia
•
01 Oct 2023

Kepala WHO: Masih ada harapan di tahun 2023
Indonesia
•
22 Dec 2022

Lebih dari 300 juta orang tak punya rumah saat dunia peringati Hari Habitat Internasional
Indonesia
•
08 Oct 2025


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
