
AS akan pertimbangkan pembatasan plastik sekali pakai

Ilustrasi. Kelompok dan komunitas konservasi berpendapat bahwa plastik, yang diproduksi dengan bahan bakar fosil, berkontribusi terhadap perubahan iklim, membahayakan kesehatan masyarakat, dan merusak lingkungan. (Mabel Amber from Pixabay)
Ilustrasi. Sekitar 7 miliar dari 9,2 miliar ton plastik yang dihasilkan dari tahun 1950-2017 menjadi sampah plastik, dengan hanya berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibuang begitu saja ke alam. (Naja Bertolt Jensen on Unsplash)
Ilustrasi. Upaya mengurangi sampah plastik dapat dilakukan dengan menggunakan kemasan yang dapat dipakai kembali atau didaur ulang. (Alexas_Fotos from Pixabay)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mantan polisi Minneapolis mengaku bersalah atas kematian George Floyd
Indonesia
•
25 Oct 2022

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026

Beban kesehatan mental global naik dua kali lipat sejak 1990
Indonesia
•
23 May 2026

Uni Afrika nyatakan keprihatinan atas pelanggaran berat hak-hak anak di Afrika
Indonesia
•
18 Dec 2023


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
