
Feature – Atlet seluncur cepat China beri penghormatan kepada kakek saat debut di Olimpiade Musim Dingin

Liu Hanbin dari China berkompetisi dalam pertandingan seluncur cepat nomor 5.000 meter putra di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 di Milan, Italia, pada 8 Februari 2026. (Xinhua/Li Jing)
Milan, Italia (Xinhua/Indonesia Window) – Berdiri di garis start arena seluncur es Milan, atlet seluncur cepat China Liu Hanbin melambaikan tangan ke arah penonton, lalu melakukan gerakan personal dengan tenang. Liu mengangkat tangan kanannya dan mengulurkan jari kelingkingnya.
"Itu adalah janji yang saya buat dengan kakek saya," kata Liu setelah pertandingan. "Dia ingin saya bermain seluncur es sejak kecil, dan saya tumbuh bersamanya, tetapi dia meninggal tujuh tahun lalu. Dia tidak sempat melihat saya berkompetisi di Olimpiade atau bergabung dengan tim nasional. Gerakan itu adalah cara saya untuk memenuhi janji kepadanya di surga."
Liu melakukan debutnya di Olimpiade pada Ahad (8/2) di nomor 5.000 meter putra. Dia finis di urutan ke-17 dari 20 peseluncur dengan catatan waktu 6 menit 24,25 detik.
"Ini sebenarnya akan menjadi yang paling lambat dibanding penampilan saya di permukaan laut," kata Liu kepada Xinhua, seraya menambahkan bahwa dia mengalami cedera dua bulan sebelumnya. "Jadi, bisa berdiri di atas arena ini saja sudah memuaskan bagi saya."
"Saya tidak punya ekspektasi khusus," imbuhnya. "Namun, setelah kompetisi, saya merasa bahwa mampu bersaing dengan lawan-lawan saya saja sudah merupakan kejutan besar."
Ini menandai kali pertama dalam 20 tahun seorang peseluncur China berkompetisi di nomor 5.000 meter putra Olimpiade Musim Dingin. Pada Olimpiade Musim Dingin 2006 di Turin, Gao Xuefeng finis di urutan ke-25 dengan catatan waktu 6 menit 44,78 detik.
"Saya merasa sangat terhormat telah meraih (pencapaian) ini, dan ini membuat saya sangat bahagia," kata Liu. "Saya yakin seluncur cepat China akan segera mengejar level dunia dalam nomor 5.000 meter, terutama dalam hal teknik."
Liu mencetak rekor nasional di nomor 5.000 meter dalam ajang Piala Dunia 2025 di Amerika Serikat, dengan catatan waktu 6 menit 11,10 detik, yang juga menjadi rekor dunia junior.
Nomor jarak jauh biasanya bukanlah titik keunggulan tim seluncur cepat China, tetapi Liu telah fokus pada nomor 5.000 dan 10.000 meter sejak mulai menekuni olahraga ini.
"Balapan jarak jauh berlangsung lebih lama, jadi Anda bisa benar-benar menikmati kompetisi," katanya. "Anda bisa merasakan balapan, gerakan teknis Anda di atas es, semuanya. Anda bisa mendengar sorak-sorai di arena dan merasakan dukungan dari semua orang. Itulah yang benar-benar menarik bagi saya."
Liu mengatakan dirinya sangat menikmati penampilan pertamanya di Olimpiade Musim Dingin dan suasana di dalam arena, melambaikan tangan kepada para penggemar China setelah melewati garis finis.
"Ini adalah suasana terbaik yang pernah saya rasakan saat berkompetisi," tuturnya. "Saya benar-benar menikmati dan larut dalam pertandingan."
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Perusahaan China bangun patung robot dari mobil bekas di kampus ITB Jatinangor
Indonesia
•
09 Aug 2024

Akademisi UC Irvine AS bergabung dalam aksi mogok untuk protes penanganan demonstrasi pro-Palestina
Indonesia
•
09 Jun 2024

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026

Bagaskara 88 bantu penanggulangan COVID-19
Indonesia
•
22 Apr 2020


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
