
Meksiko tolak ‘patuhi’ ancaman AS terkait impor ternak

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 23 Maret 2025 ini menunjukkan bunga pohon jacaranda yang bermekaran di sepanjang Reforma Avenue di Mexico City, ibu kota Meksiko. (Xinhua/Li Muzi)
AS mulai membatasi impor ternak dari Meksiko pada 30 April 2025, akibat kekhawatiran soal hama lalat ulat sekrup (screwworm).
Mexico City, Meksiko (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Pertanian Meksiko Julio Berdegue pada Ahad (27/4) mengatakan bahwa negaranya tidak akan "mematuhi" permintaan Amerika Serikat (AS) terkait potensi penangguhan impor ternak Meksiko akibat kekhawatiran soal hama lalat ulat sekrup (screwworm).Dalam kunjungannya ke Meksiko tenggara bersama Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, Berdegue menanggapi surat yang dilayangkan Menteri Pertanian AS Brooke Rollins, yang memperingatkan bahwa tanpa adanya resolusi, AS akan mulai membatasi impor ternak dari Meksiko pada 30 April. Rollins juga meminta otorisasi penuh bagi pesawat kontraktor AS untuk melakukan operasi pemberantasan."Saya telah menanggapi secara langsung surat dari Sekretaris Rollins terkait masalah lalat ulat sekrup," tulis Berdegue di media sosial. "Kami berkolaborasi dan bekerja sama, tetapi kami tidak pernah hanya patuh."Lalat ulat sekrup (Cochliomyia hominivorax) merupakan spesies lalat parasit yang berasal dari Amerika, yang larvanya memakan jaringan hidup hewan berdarah panas, termasuk manusia, menurut Pan American Health Organization (PAHO).Sebelumnya pada bulan ini, otoritas kesehatan Meksiko mengonfirmasi kasus miasis pertama pada manusia yang disebabkan oleh lalat ulat sekrup, yang melibatkan seorang wanita berusia 77 tahun di Negara Bagian Chiapas.Miasis pada manusia cenderung terjadi di populasi pedesaan, terutama di daerah-daerah di mana populasi lalat berkembang pesat akibat adanya hewan peliharaan, kata PAHO.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kemenkop targetkan 20 juta UMKM masuk ekosistem digital pada 2022
Indonesia
•
01 Feb 2022

Bank Dunia setujui 300 juta dolar AS untuk sistem distribusi gas Bangladesh
Indonesia
•
30 Jul 2023

Intensitas energi China turun 26,4 persen dalam satu dasawarsa terakhir
Indonesia
•
11 Jul 2023

ECB desak bank-bank Eropa untuk kelola risiko secara efektif
Indonesia
•
20 Dec 2023


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
