
Arab Saudi luncurkan merek kendaraan listrik pertama 'Ceer'

Ilustrasi. (Akhilesh Sharma on Unsplash)
Kendaraan listrik pertama Saudi, 'Ceer', diharapkan berkontribusi pada upaya negara ini menuju pengurangan emisi karbon dan mendorong keberlanjutan untuk mengatasi dampak perubahan iklim.
Jakarta (Indonesia Window) – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman mengumumkan peluncuran Ceer, merek kendaraan listrik Saudi pertama yang akan berkontribusi pada sektor manufaktur otomotif Arab Saudi, kantor berita negara SPA melaporkan pada Kamis (3/11).“Peluncuran ini sejalan dengan strategi Dana Investasi Publik (Public Investment Fund/PIF) untuk fokus membuka kapabilitas sektor-sektor lokal yang menjanjikan yang dapat membantu mendorong diversifikasi ekonomi, untuk membantu mencapai tujuan Visi 2030. Selain itu, perusahaan akan berkontribusi pada upaya Arab Saudi menuju pengurangan emisi karbon dan mendorong keberlanjutan untuk mengatasi dampak perubahan iklim,” lapor SPA.Dalam peluncuran tersebut, putra mahkota mengatakan, “Arab Saudi tidak hanya membangun merek otomotif baru, kami memicu industri baru dan ekosistem yang menarik investasi internasional dan lokal, menciptakan peluang kerja untuk bakat lokal, memungkinkan sektor swasta, dan berkontribusi untuk meningkatkan PDB Arab Saudi selama dekade berikutnya, sebagai bagian dari strategi PIF untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan Visi 2030.”Ceer adalah merek otomotif Saudi pertama yang memproduksi kendaraan listrik. Perusahaan ini juga akan merancang, memproduksi dan menjual berbagai kendaraan untuk konsumen di Arab Saudi dan wilayah MENA (Middle East and North Africa) atau Timur Tengah dan Afrika Utara, termasuk sedan dan kendaraan sport, menurut SPA.Setiap kendaraan Ceer akan dirancang dan diproduksi di Arab Saudi dan dijadwalkan akan tersedia pada tahun 2025.Perusahaan ini dimaksudkan untuk menarik lebih dari 150 juta dolar investasi asing langsung ke Kerajaan dan menciptakan hingga 30.000 pekerjaan langsung dan tidak langsung. Hal ini juga diproyeksikan untuk secara langsung berkontribusi senilai 8 miliar dolar AS ke PDB Arab Saudi pada tahun 2034.Perusahaan ini merupakan perusahaan patungan antara PIF dan Hon Hai Precision Industry Co. (“Foxconn”). Perusahaan ini akan melisensikan teknologi komponen dari BMW untuk digunakan dalam proses pengembangan kendaraan, sementara Foxconn akan mengembangkan arsitektur listrik kendaraan, menghasilkan portofolio produk yang akan memimpin di bidang infotainment, konektivitas dan teknologi mengemudi otonom, menurut SPA.Ketua Hon Hai Technology Group, Young Liu, mengatakan, “Foxconn sangat senang dengan kemitraan dengan PIF untuk menciptakan perusahaan otomotif baru yang akan fokus pada perancangan dan pembuatan kendaraan listrik di dan untuk Arab Saudi... Kami ingin membuat kendaraan listrik mainstream, dan itulah yang akan dicapai Ceer di Arab Saudi dan kawasan yang lebih luas.”Sumber: Al Arabiya EnglishLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Metode genetik baru permudah pembedaan jenis kelamin nyamuk, tingkatkan pengendalian penyakit
Indonesia
•
19 Dec 2025

Sistem peringatan dini cegah konflik manusia dan gajah di Provinsi Yunnan, China
Indonesia
•
15 Jun 2023

COVID-19 – Ilmuwan: ‘herd immunity’ terbentuk setelah 3-10 persen populasi terinfeksi
Indonesia
•
06 Oct 2020

Lebih dari 35 bayi harimau dan macan tutul lahir di taman nasional di China timur laut pada 2023
Indonesia
•
03 Apr 2024


Berita Terbaru

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026
