Arab Saudi bersihkan 6.323 ranjau dan bahan peledak di Yaman

Foto dokumentasi menunjukkan tentara Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) berkumpul saat mereka bersiap meninggalkan Provinsi Abyan, Yaman selatan, pada 16 Desember 2020. (Xinhua/Str)

Pemerintah Yaman menuduh kelompok Houthi menanam lebih dari 2 juta ranjau darat sejak konflik dimulai, yang menurutnya menimbulkan ancaman signifikan bagi warga sipil meskipun permusuhan telah berakhir.

 

Aden, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Inisiatif pembersihan ranjau Arab Saudi di Yaman, Proyek Masam (Project Masam), pada Ahad (31/5) mengumumkan bahwa timnya telah membersihkan 6.323 ranjau darat dan sisa-sisa bahan peledak perang di seluruh negara itu pada Mei.

Tim tersebut membersihkan dan mengamankan lebih dari 1,2 juta meter persegi lahan selama bulan itu, menurut data yang dirilis proyek tersebut di platform media sosial X.

Diluncurkan oleh Arab Saudi pada 2018, proyek itu berupaya membersihkan ranjau dan sisa-sisa bahan peledak dari daerah-daerah yang terdampak konflik di seluruh Yaman.

Sebagian besar wilayah Yaman telah terkontaminasi oleh ranjau dan amunisi yang belum meledak selama perang saudara yang pecah pada akhir 2014 setelah militan Houthi merebut ibu kota Yaman, Sanaa.

Pemerintah Yaman menuduh kelompok Houthi menanam lebih dari 2 juta ranjau darat sejak konflik dimulai, yang menurutnya menimbulkan ancaman signifikan bagi warga sipil meskipun permusuhan telah berakhir.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait