Banner

Konferensi Keamanan Munich ditutup di tengah ketegangan hubungan Transatlantik

Foto berikut ini menunjukkan logo Konferensi Keamanan Munich (Munich Security Conference) yang tertutup salju di Munich, Jerman, pada 16 Februari 2025. Setelah digelar selama tiga hari, Konferensi Keamanan Munich berakhir di Munich pada Minggu (16/2). (Xinhua/Zhang Fan)

Konferensi Keamanan Munich menghadirkan para pembicara dari Afrika, Asia, dan Amerika Latin, memastikan suara mereka didengar dalam diskusi tentang tatanan multipolar yang terus berkembang. 

 

Munich, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Konferensi Keamanan Munich (Munich Security Conference/MSC) ke-61 berakhir di Munich pada Ahad (16/2) di tengah ketegangan hubungan transatlantik.

“Kita harus khawatir bahwa nilai-nilai dasar bersama kita tak lagi sama,” kata Chairman MSC Christoph Heusgen pada Ahad (16/2), merujuk pada perbedaan yang semakin besar antara Eropa dan Amerika Serikat (AS), saat dirinya menutup acara tahunan yang digelar selama tiga hari tersebut.

Menyusul pidato kontroversial Wakil Presiden AS J.D. Vance di MSC, Heusgen berterima kasih karena para politisi Eropa telah “bersuara dan menegaskan kembali nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang mereka bela.”

Konferensi Keamanan Munich
Foto berikut ini menunjukkan hotel yang menjadi lokasi penyelenggaraan Konferensi Keamanan Munich (Munich Security Conference) ke-61 di Munich, Jerman, pada 16 Februari 2025. Setelah digelar selama tiga hari, Konferensi Keamanan Munich berakhir di Munich pada Ahad (16/2). (Xinhua/Zhang Fan)

Dalam pertemuan tahun ini, para peserta, termasuk sekitar 60 kepala negara dan pemerintahan serta 150 menteri, membahas tantangan keamanan global utama seperti perubahan iklim, keamanan Eropa, dan konflik regional.

Banner

Namun, masih ada perpecahan terkait isu-isu seperti konflik Ukraina dan pertahanan Eropa di tengah lanskap geopolitik yang semakin kompleks.

Hal mengejutkan dalam MSC tahun ini adalah komentar Vance mengenai demokrasi dan kebebasan berbicara di Eropa, yang memicu reaksi keras dan secara terbuka mengungkap keretakan antara AS dan sekutu-sekutu transatlantiknya, kata Xiao Qian, wakil kepala Pusat Keamanan dan Strategi Internasional di Universitas Tsinghua, kepada Xinhua.

Konferensi Keamanan Munich
Jalan di dekat hotel yang menjadi lokasi penyelenggaraan Konferensi Keamanan Munich (Munich Security Conference) ke-61 ditutup di Munich, Jerman, pada 16 Februari 2025. Konferensi Keamanan Munich yang berlangsung selama tiga hari ini berakhir di Munich pada Minggu (16/2). (Xinhua/Zhang Fan)

Heusgen menekankan kebutuhan mendesak akan norma dan prinsip bersama dalam dunia multipolar. “Tatanan ini mudah diganggu, dihancurkan, tetapi jauh lebih sulit untuk dibangun kembali,” katanya.

Menyoroti signifikansi Global South yang semakin besar, Heusgen mengatakan bahwa lebih dari 30 persen pembicara di konferensi tahun ini berasal dari Afrika, Asia, dan Amerika Latin, memastikan suara mereka didengar dalam diskusi tentang tatanan multipolar yang terus berkembang.

Laporan: Redaksi

Banner

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner

Iklan