
China kecam Senat AS lantaran gembar-gemborkan soal "ancaman China"

Foto yang diabadikan pada 24 September 2015 ini memperlihatkan bendera nasional China (kanan) dan Amerika Serikat serta bendera Washington DC di Constitution Avenue di Washington, ibu kota Amerika Serikat. (Xinhua/Bao Dandan)
"Ancaman China" serta upaya memfitnah serta mendiskreditkan China semakin digembar-gemborkan Senat Amerika Serikat setelah masuknya benda udara sipil nirawak China secara tidak disengaja ke wilayah udara AS.
Beijing, China (Xinhua) – Kongres Rakyat Nasional (National People's Congress/NPC), badan legislatif tertinggi China, pada Senin (20/2) mengecam Senat Amerika Serikat (AS) lantaran meloloskan resolusi yang menggembar-gemborkan soal "ancaman China" dan memfitnah serta mendiskreditkan China setelah masuknya benda udara sipil nirawak China secara tidak disengaja ke wilayah udara AS.Komite Urusan Luar Negeri NPC menyampaikan dalam sebuah pernyataan bahwa Senat AS telah mengikuti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS terkait pelolosan resolusi mengenai benda udara tersebut, seraya menyebut langkah itu merupakan kesalahan lainnya yang dibuat oleh AS untuk mendistorsi fakta, menyesatkan publik, dan berupaya menekan China.Sebagai sebuah negara besar yang bertanggung jawab, China selalu mematuhi hukum internasional secara ketat dan menghormati kedaulatan dan integritas wilayah semua negara, kata pernyataan itu.Pernyataan tersebut memaparkan bahwa masuknya benda udara sipil nirawak China secara tidak disengaja ke wilayah udara AS adalah murni insiden yang tak terduga dan terpisah akibat keadaan yang tidak dapat dihindari (force majeure). Pihak China telah berulang kali memberikan penjelasan kepada AS dan komunitas internasional perihal situasi tersebut, dan meminta pihak AS agar menangani persoalan itu dengan sikap tenang, profesional, dan bijaksana.Namun, pihak AS menutup telinga terhadap posisi serius China, menyalahgunakan kekuatan dan bereaksi secara berlebihan, yang secara serius melanggar semangat hukum internasional dan praktik-praktik lazim, imbuh pernyataan itu."Kongres AS dengan sengaja menyulut konfrontasi, menciptakan ketegangan, dan mempolitisasi, memperumit, serta membesar-besarkan insiden yang tak terduga dan terpisah itu, yang merupakan contoh umum dari hegemoni," lanjut pernyataan tersebut.Saat muncul pertanyaan mengenai negara mana yang merupakan kekuatan mata-mata terbesar, AS mengetahui jawabannya dan orang-orang di seluruh dunia dapat memberikan penilaian yang adil, kata pernyataan itu.Pihak China secara tegas mendesak kepada Kongres AS agar menghargai fakta, prinsip hukum internasional dan norma dasar hubungan internasional, serta segera berhenti memfitnah China untuk mencegah terjadinya gangguan dan kerusakan lebih lanjut pada hubungan China-AS, imbuh pernyataan itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Hamas berikan respons ‘positif’ terhadap proposal gencatan senjata Gaza yang didukung AS
Indonesia
•
01 Jun 2025

Pejabat penting kepolisian dan militer Korsel dilarang bepergian terkait penyelidikan darurat militer
Indonesia
•
10 Dec 2024

Bentrokan Pakistan-Afghanistan berlanjut, korban jiwa bertambah
Indonesia
•
01 Mar 2026

Iran luncurkan serangan rudal dan ‘drone’ skala besar ke Israel
Indonesia
•
14 Apr 2024


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
