
Afrika tetapkan wabah ebola darurat kesehatan masyarakat yang ancam keamanan kontinental

Seorang tenaga kesehatan melakukan disinfeksi di pusat perawatan Ebola di zona kesehatan Bulape, Republik Demokratik (RD) Kongo, pada 17 Oktober 2025. (Xinhua/Organisasi Kesehatan Dunia)
Wabah Ebola terbaru di Republik Demokratik Kongo dan Uganda telah menjadi darurat kesehatan masyarakat yang mengancam keamanan kontinental.
Addis Ababa, Ethiopia (Xinhua/Indonesia Window) – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Afrika pada Senin (18/5) menetapkan wabah Ebola terbaru di Republik Demokratik (RD) Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat yang mengancam keamanan kontinental.
Penetapan resmi tersebut dilakukan setelah sekitar 395 kasus suspek dan 106 kematian terkait telah dilaporkan di RD Kongo, terutama di zona kesehatan Mongwalu, Rwampara, dan Bunia di negara tersebut, serta di Kampala, Uganda, tempat dua kasus dan satu kematian dilaporkan, menurut data terbaru dari CDC Afrika.
Lembaga tersebut juga memperingatkan bahwa wabah itu disebabkan oleh strain Bundibugyo, yang hingga saat ini belum memiliki vaksin khusus untuk strain tersebut, dan membawa risiko tinggi penyebaran regional.
Direktur Jenderal CDC Afrika Jean Kaseya mengatakan bahwa penetapan tersebut akan membantu memperkuat koordinasi regional, memobilisasi sumber daya darurat, dan mempercepat upaya kesiapsiagaan di negara-negara tetangga yang berisiko mengalami penularan.
CDC Afrika memperingatkan bahwa tingginya mobilitas lintas perbatasan, kondisi keamanan yang tidak stabil di area-area yang terdampak, serta lemahnya langkah-langkah pengendalian infeksi dapat meningkatkan risiko penyebaran regional.
"Konfirmasi virus Ebola Bundibugyo di negara-negara yang saling terhubung kembali mengingatkan kita bahwa keamanan kesehatan Afrika tidak dapat dipisahkan," tutur Kaseya, seraya menambahkan bahwa lembaga tersebut telah mengerahkan tim tanggap darurat untuk mendukung upaya penanggulangan wabah.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pembersihan ranjau di Selat Hormuz bisa berlangsung hingga 6 bulan
Indonesia
•
24 Apr 2026

Jerman akan percepat deportasi bagi pencari suaka yang ditolak
Indonesia
•
26 Oct 2023

Serikat buruh UAW di AS perluas aksi mogok hingga ke pabrik terbesar GM
Indonesia
•
25 Oct 2023

Penjualan senjata AS ke luar negeri naik signifikan pada tahun fiskal 2022
Indonesia
•
28 Jan 2023


Berita Terbaru

Brasil bela hakim agung yang digugat perusahaan milik Trump, sebut taruhannya kedaulatan negara
Indonesia
•
06 Jun 2026

UE gelontorkan bantuan Rp2,09 triliun untuk militer Lebanon di tengah gencatan senjata yang rapuh
Indonesia
•
06 Jun 2026

Zelensky usulkan pertemuan dengan Putin, Kremlin persilakan datang ke Moskow
Indonesia
•
06 Jun 2026

Irlandia larang dua menteri Israel masuk ke negaranya demi bela Palestina
Indonesia
•
06 Jun 2026
