Kuba peringatkan serangan militer AS akan timbulkan "pertumpahan darah"

Sebuah kapal yang membawa bantuan kemanusiaan dari Meksiko terlihat di pelabuhan Havana, Kuba, pada 12 Februari 2026. (Xinhua/Joaquín Hernández)

Setiap serangan militer Amerika Serikat terhadap Kuba akan menimbulkan "pertumpahan darah dengan konsekuensi yang tak terkira" serta berdampak fatal bagi perdamaian dan stabilitas di Amerika Latin dan Karibia.

 

Havana, Kuba (Xinhua/Indonesia Window) – Setiap serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Kuba akan menimbulkan "pertumpahan darah dengan konsekuensi yang tak terkira" serta berdampak fatal bagi perdamaian dan stabilitas di Amerika Latin dan Karibia, kata Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel memperingatkan pada Senin (18/5).

"Ancaman agresi militer terhadap Kuba oleh negara paling kuat di dunia itu sudah diketahui secara luas. Ancaman semacam itu sudah memenuhi unsur kejahatan internasional," tulis Diaz-Canel di platform media sosial X.

Dia mengatakan Kuba "tidak menjadi ancaman, dan tidak memiliki rencana atau niat agresif terhadap negara mana pun," seraya menambahkan bahwa hal ini sudah diketahui dengan baik oleh pemerintah AS, terutama oleh badan-badan pertahanan dan keamanan nasionalnya.

Diaz-Canel menyebutkan Kuba sudah mengalami "agresi multidimensi" oleh AS serta memiliki "hak mutlak dan sah" untuk membela diri dari segala bentuk tindakan militer.

Pernyataannya tersebut disampaikan setelah media AS Axios pada Ahad (17/5) melansir bahwa Kuba telah memperoleh lebih dari 300 drone militer dan telah menilai berbagai kemungkinan skenario penggunaannya terhadap target-target AS.

Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Kuba dan AS, yang ditandai dengan sanksi ekonomi baru serta berbagai tuduhan terkait keamanan.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait