
Wamenlu Rusia sebut hubungan Rusia-AS "di ambang perpecahan"

Foto Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov di Wina, Austria, pada 22 Juni 2020. (Xinhua/Georges Schneider)
Moskow memperingatkan hubungan bilateralnya dengan Washington berada di ambang perpecahan, dan kembalinya Presiden AS Donald Trump ke Gedung Putih dapat menyebabkan perubahan kebijakan luar negeri AS.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) "di ambang perpecahan," kata Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Rusia Sergei Ryabkov pada Senin (10/2).Moskow telah berulang kali memperingatkan hubungan bilateral berada di ambang perpecahan, kata Ryabkov, seraya menambahkan kembalinya Presiden AS Donald Trump ke Gedung Putih dapat menyebabkan perubahan kebijakan luar negeri AS.Pada sebuah konferensi pers, diplomat tersebut juga mengatakan saat ini tidak ada rencana untuk melakukan kontak antara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Trump."Namun, topik ini memang ada, dan ketika situasinya menjadi lebih jelas, saya yakin akan ada kesepakatan mengenai hal ini dan akan diumumkan ... pada waktu yang tepat," kata Ryabkov.Pada saat yang sama, wamenlu tersebut mengungkapkan pemerintahan baru AS telah menyatakan keinginannya untuk melanjutkan dialog dengan Moskow."Tim Trump, terlepas dari pernyataan-pernyataan saling bertentangan yang dilontarkannya (Trump) dan orang-orangnya, setidaknya telah menunjukkan keinginan untuk melanjutkan dialog dengan Rusia, yang sempat dihentikan oleh Partai Demokrat," ujar Ryabkov.Dia menegaskan Moskow tetap siap untuk berdialog, termasuk diskusi mengenai potensi penyelesaian krisis Ukraina. Namun, dialog semacam itu hanya dapat dilakukan dengan berdasarkan kesetaraan dan persyaratan yang dapat diterima bersama."Sebuah peluang kecil" telah muncul dalam pemerintahan Trump untuk menormalisasi hubungan bilateral, ujarnya, seraya menambahkan Washington harus memutuskan apakah akan memanfaatkannya.Penggunaan ultimatum, pernyataan provokatif, atau upaya untuk menekan Moskow agar menerima tuntutan yang tidak masuk akal tidak akan efektif bagi hubungan Rusia-AS atau dialog antara kedua negara, imbuhnya.The New York Post pada Sabtu (8/2) malam waktu setempat melaporkan Trump mengatakan dirinya telah membahas penyelesaian konflik di Ukraina dengan Putin via telepon.Namun, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Ahad (9/2) mengatakan dirinya tidak dapat "mengonfirmasi atau membantah" soal Putin dan Trump telah menjalin komunikasi ketika ditanya oleh wartawan apakah kedua pemimpin tersebut telah melakukan pembicaraan via telepon.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Xi bertemu Putin di Moskow
Indonesia
•
23 Mar 2023

Hampir 790 ribu orang tunaikan umroh sejak pembukaan tahap pertama
Indonesia
•
11 Nov 2020

Sunak batalkan pertemuan untuk bahas patung Parthenon, perselisihan Yunani-Inggris memanas
Indonesia
•
29 Nov 2023

Putin minta maaf kepada presiden Azerbaijan atas "insiden tragis" di wilayah udara Rusia
Indonesia
•
31 Dec 2024


Berita Terbaru

Prancis dilanda karhutla terburuk 2026, hampir 100.000 hektare lahan hangus
Indonesia
•
26 Jul 2026

Israel gencarkan operasi militer di Tepi Barat, 80 warga Palestina ditangkap
Indonesia
•
26 Jul 2026

Jepang buang hampir 7.900 ton air terkontaminasi nuklir ke laut dalam putaran ke-21 pembuangan limbah PLTN Fukushima Daiichi
Indonesia
•
24 Jul 2026

Venezuela dari Mahkamah Pidana Internasional, tuding pengadilan internasional diskriminatif terhadap Amerika Latin dan Afrika
Indonesia
•
25 Jul 2026
