
PBB: 85.000 wanita dan anak perempuan jadi korban pembunuhan pada 2023

Seorang aktivis hak asasi manusia berunjuk rasa untuk menentang kekerasan terhadap perempuan di Tel Aviv, Israel, pada 12 Desember 2018. Setelah seorang perempuan ditikam hingga tewas di rumahnya pada 11 Desember 2018, total 25 wanita dan anak perempuan telah dibunuh di Israel sejak awal 2018. (Xinhua/JINI/Gideon Markovich)
Afrika mencatat tingkat femisida yang dilakukan oleh pasangan intim dan keluarga tertinggi tahun lalu, diikuti oleh kawasan Amerika dan Oseania.
Wina, Austria (Xinhua/Indonesia Window) – Sekitar 85.000 wanita dan anak perempuan di seluruh dunia dibunuh dengan sengaja pada 2023, dengan 60 persen pembunuhan dilakukan oleh pasangan intim atau anggota keluarga lainnya, menurut laporan yang dirilis oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (25/11).Artinya, satu wanita dibunuh setiap 10 menit oleh pasangannya atau anggota keluarga lainnya tahun lalu, ungkap laporan yang dipublikasikan oleh Kantor PBB untuk Urusan Narkoba dan Kejahatan (United Nations Office on Drugs and Crime/UNODC) dan Badan PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) dalam rangka memperingati Hari Antikekerasan terhadap Perempuan.
Para pengunjuk rasa berkumpul di dekat Freedom Plaza di Washington DC, Amerika Serikat, pada 19 Januari 2019. Ribuan perempuan berkumpul di Washington DC pada Sabtu 19 Januari 2019 untuk mengikuti Pawai Perempuan ketiga, yang mendukung hak-hak perempuan sekaligus mengecam rasisme dan kekerasan terhadap perempuan. (Xinhua/Liu Jie)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Musim flu parah di Australia picu masalah bagi AS pada musim dingin tahun ini
Indonesia
•
08 Sep 2022

Pengiriman bantuan gabungan lewat udara dilakukan di Gaza
Indonesia
•
03 Aug 2025

Pejabat PBB sebut status perempuan "terkepung"
Indonesia
•
08 Mar 2023

Korban tewas akibat cuaca ekstrem berkepanjangan di Brasil selatan bertambah jadi 161 orang
Indonesia
•
24 May 2024


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
