Abelardo De La Espriella resmi dilantik sebagai presiden baru Kolombia, pertama kalinya dilantik di luar Bogotá

Abelardo de la Espriella (tengah), kandidat independen yang berafiliasi dengan gerakan sayap kanan jauh 'Pembela Tanah Air' (Defenders of the Homeland), terlihat di sebuah tempat pemungutan suara di Bogota, Kolombia, pada 31 Mei 2026. (Xinhua)

Cali, Kolombia (Xinhua/Indonesia Window) – Abelardo de la Espriella dilantik sebagai presiden baru Kolombia pada Jumat (7/8) waktu setempat di Kota Cali, Kolombia barat daya, yang sekaligus menandai dimulainya masa jabatan sang presiden selama empat tahun.

Momen ini menandai pertama kalinya dalam sejarah modern Kolombia pelantikan presiden diselenggarakan di luar ibu kota negara tersebut, Bogota.

Upacara pelantikan tersebut berlangsung di Arena USC, Universitas Santiago de Cali. Raja Spanyol Felipe VI, Presiden Argentina Javier Milei, Presiden Ekuador Daniel Noboa, dan Presiden Chile Jose Antonio Kast, bersama para pemimpin serta pejabat tinggi pemerintah dari sejumlah negara dan perwakilan organisasi internasional, menghadiri acara tersebut.

Pada 24 Juni, Dewan Pemilihan Nasional (CNE) Kolombia secara resmi mengonfirmasi kemenangan De la Espriella setelah penghitungan suara akhir. Kandidat independen yang mewakili gerakan politik sayap kanan jauh ‘Pembela Tanah Air’ (Defenders of the Homeland) itu memenangkan pemilihan presiden dengan selisih suara tipis dan akan menjabat hingga Agustus 2030.

Pengacara berusia 48 tahun itu mengusung pendekatan garis keras untuk memulihkan keamanan publik dan pemangkasan besar-besaran pada anggaran belanja publik.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait