Putusan arbitrase oleh Kamar Dagang Internasional memenangkan perusahaan energi Austria, OMV, sebesar 230 juta euro dalam perselisihan dengan Gazprom mengenai pengiriman gas yang tidak teratur.
Wina, Austria (Xinhua/Indonesia Window) – Perusahaan energi Austria, OMV, pada Jumat (15/11) mengungkapkan bahwa raksasa energi Rusia, Gazprom, akan menghentikan pengiriman gas alam ke Austria mulai Sabtu (16/11).
Langkah tersebut dilakukan Gazprom usai OMV pada Rabu (13/11) mengumumkan bahwa putusan arbitrase oleh Kamar Dagang Internasional memenangkan OMV sebesar 230 juta euro dalam perselisihan dengan Gazprom mengenai pengiriman gas yang tidak teratur.
Menurut pernyataan OMV, keputusan tersebut akan diimbangi “dengan efek segera” terhadap kewajiban pembayarannya kepada Gazprom.
OMV merupakan satu-satunya mitra kontrak Gazprom di Austria, seperti dilansir lembaga penyiaran Austria ORF.
Menteri Energi dan Lingkungan Hidup Austria Leonore Gewessler pada Jumat sore waktu setempat mengatakan di platform media sosial X bahwa “Austria telah mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi ini sejak lama.” Dirinya pun menambahkan bahwa pasokan energi negara itu aman, serta fasilitas penyimpanan gas alam domestiknya terisi penuh dan lebih dari cukup untuk memenuhi konsumsi satu tahun di Austria.
Menteri itu menuduh Rusia “sekali lagi menggunakan energi sebagai senjata.”
Pada hari yang sama dalam sebuah konferensi pers, Kanselir Austria Karl Nehammer juga menuturkan bahwa negaranya memiliki cadangan gas yang cukup, dan mengatakan, “Tidak ada satu pun orang yang harus kedinginan di Austria.”
OMV pada Rabu mengatakan bahwa tingkat penyimpanan gas perusahaan tersebut saat ini lebih dari 90 persen dan telah berhasil mendiversifikasi sumber pasokan gasnya.
Austria telah lama sangat bergantung pada gas alam Rusia. ORF melaporkan bahwa lebih dari 80 persen impor gas Austria pada Agustus tahun ini berasal dari Rusia.
*1 euro = 16.747 rupiah
Laporan: Redaksi