Banner

Gazprom Rusia kirim 41,6 juta meter kubik gas ke Eropa melalui Ukraina

Ilustrasi. Gazprom memasok 41,6 juta meter kubik gas per hari ke Eropa melalui Ukraina via stasiun pompa gas Sudzha. (Alexey Hulsov from Pixabay)

Pengiriman gas melalui pipa Nord Stream, rute utama ekspor gas dari Rusia ke Eropa, dihentikan pada 11 Juli selama sepuluh hari karena pemeliharaan tahunan yang telah terjadwal.

 

Banner

Jakarta (Indonesia Window) – Gazprom memasok 41,6 juta meter kubik gas per hari ke Eropa melalui Ukraina via stasiun pompa gas Sudzha, kata juru bicara raksasa energi Rusia Gazprom kepada wartawan, Sabtu.

“Gazprom memasok gas Rusia untuk transit melalui wilayah Ukraina dalam volume yang dikonfirmasi oleh pihak Ukraina melalui stasiun pompa gas Sudzha sebesar 41,6 juta meter kubik per 16 Juli. Permintaan untuk stasiun pompa bensin Sokhranovka telah ditolak,” katanya, menambahkan bahwa “pada hari sebelumnya, volume pemompaan setara dengan 41,9 juta meter kubik.”

Laporan sebelumnya mengatakan – dengan mengacu pada data yang dirilis di situs Operator Sistem Transmisi Gas Ukraina (GTSOU) – bahwa transit gas Rusia melalui wilayah Ukraina mungkin berjumlah sekitar 41,6 juta meter kubik pada 16 Juli.

Banner

Pengiriman gas melalui pipa Nord Stream, rute utama ekspor gas dari Rusia ke Eropa, dihentikan pada 11 Juli selama sepuluh hari karena pemeliharaan tahunan yang telah terjadwal.

Akibatnya, hanya satu jalur transit melalui Ukraina yang tetap menjadi satu-satunya rute pasokan gas Rusia ke negara-negara Eropa barat dan tengah karena pemeliharaan sedang berlangsung di Nord Stream, sementara pengiriman gas melalui TurkStream dan Blue Stream ditujukan untuk Turki serta negara-negara Eropa bagian selatan dan timur.

Pada 10 Mei, Operator Sistem Transmisi Gas Ukraina mengatakan akan menutup transit gas ke Eropa melalui stasiun Sokhranovka mulai 11 Mei karena force majeure dengan alasan perusahaan tersebut diduga tidak dapat mengontrol stasiun kompresor gas Novopskov di Wilayah Lugansk. Akibatnya, nominasi transportasi ditolak, dengan gas tidak diterima.

Banner

Namun, holding gas Rusia itu tidak melihat alasan untuk penangguhan pemompaan dalam bentuk sebelumnya, mencatat bahwa mereka tidak menerima konfirmasi tentang keadaan force majeure.

Perusahaan menambahkan bahwa secara teknologi tidak mungkin untuk memindahkan semua volume transit ke titik interkoneksi lain, yakni stasiun distribusi gas Sudzha di Wilayah Kursk Rusia.

Sumber: TASS

Banner

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner
Banner

Iklan