90 persen fisiologi manusia ditopang oleh mikroorganisme dalam tubuh

90 persen fisiologi manusia ditopang oleh mikroorganisme dalam tubuh
Sebanyak 90 persen fisiologi (fungsi dan organ) manusia ditopang oleh mikroorganisme dalam tubuh. (camilo jimenez on Unsplash)

Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Sebanyak 90 persen fisiologi (fungsi dan organ) manusia ditopang oleh mikroorganisme dalam tubuh, kata ahli mikrobiologi dari Universitas Indonesia (UI) Pratiwi Sudarmono.

“Kita ketahui banyak sekali pemahaman tentang keanekaragaman mikroorganisme dalam tubuh manusia, sampai dikatakan bahwa sebetulnya sebagai manusia kita hanya memfungsikan fungsi fisiologi kita sebanyak 10 persen saja, sedangkan 90 persen ditopang mikroorganisme di badan kita,” kata Pratiwi dalam diskusi virtual memperingati Hari Mikrobioma Dunia pada Jumat.

Selanjutnya dia mengatakan, setiap bagian tubuh manusia memiliki mikrobioma khusus dengan fungsi yang berbeda.

Mikrobioma adalah seluruh mikroba yang hidup di tubuh manusia, hewan dan tumbuhan, yang terdiri dari bakteri, archaea (organisme bersel tunggal), virus dan jamur.

Menurut Pratiwi, mikrobioma di tubuh manusia berkontribusi dalam berbagai kegiatan, seperti memproduksi vitamin, membantu menyerap nutrisi, bahkan dapat mempengaruhi mood atau suasana hati.

Sementara itu, pakar bioteknologi mikroba dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Intan Taufik mengatakan, mikrobioma juga berpengaruh dalam bidang pertanian, antara lain dalam menyerap nutrisi, mempertahankan diri dari stress, serta merangsang kesehatan tanaman.

Selain itu, ada juga peran mikrobiota dalam proses pascapanen yang bisa mempengaruhi keamanan dan ketahanan tanaman, imbuhnya.

Karenanya, dalam pertanian ada metode transplantasi mikrobioma dengan memberikan mikroba menguntungkan atau yang menghasilkan metabolit aktif pada tanaman, misalnya dengan biofertilizer dan agen biokontrol.

“Introduksi mikroba-mikroba itu bisa mengubah kondisi lingkungan sekitar dengan menggeser struktur dan fungsi mikrobiota yang ada,” jelas Intan.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here