
76 persen alat pencitraan medis di rumah sakit seluruh Gaza tidak berfungsi

Seorang anak Palestina yang cedera terlihat di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City pada 24 Oktober 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Gangguan terhadap layanan pencitraan medis yang terus menerus terjadi telah menghambat tindakan medis penyelamatan nyawa dan berpotensi kian memperburuk kondisi kesehatan ribuan orang yang terluka dan sakit di Gaza.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Di rumah-rumah sakit di seluruh Jalur Gaza, alat pencitraan medis yang tidak berfungsi tercatat mencapai 76 persen, mengancam nyawa ribuan pasien dan orang yang mengalami cedera, kata seorang pejabat medis setempat pada Selasa (19/5).
Ibrahim Abbas, direktur Unit Pencitraan Medis otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa layanan pencitraan di rumah sakit yang masih beroperasi di Gaza menghadapi "tantangan serius dan kritis."
Menurutnya, 76 persen alat pencitraan medis tidak lagi berfungsi, sementara 24 persen sisanya merupakan perangkat lama dan usang yang secara teknis sangat sulit untuk dioperasikan.
Pemeliharaan rutin hampir terhenti akibat pembatasan masuknya suku cadang yang diperlukan untuk perbaikan, tuturnya, seraya memperingatkan bahwa layanan pencitraan di seluruh wilayah kantong tersebut dapat kolaps sepenuhnya kapan saja.
Seluruh layanan MRI di Gaza telah terhenti usai sembilan mesin MRI hancur akibat konflik yang masih berlangsung. Sementara itu, hanya ada lima dari 18 pemindai CT di wilayah kantong tersebut yang masih beroperasi, lanjut Abbas. Dari 88 mesin sinar-X yang tersedia sebelum konflik, hanya 33 yang masih berfungsi, dan dari 16 perangkat pencitraan fluoresensi yang diperlukan dalam prosedur bedah kompleks, tinggal lima yang masih dapat digunakan.
Abbas memperingatkan bahwa gangguan yang terus berlanjut terhadap layanan pencitraan medis menghambat tindakan medis penyelamatan nyawa dan berpotensi kian memperburuk kondisi kesehatan ribuan orang yang terluka dan sakit di Gaza.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Uni Afrika tuntut militer Niger pulihkan otoritas konstitusional dalam waktu 15 hari
Indonesia
•
31 Jul 2023

Pangkalan Udara Yordania tampung lebih banyak militer AS
Indonesia
•
23 Feb 2026

Rusia tegaskan tak akan gabung Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir
Indonesia
•
25 Jun 2022

Menteri: Pencabutan sanksi terhadap Rusia akan turunkan harga energi dunia
Indonesia
•
12 Jul 2022


Berita Terbaru

Afrika tetapkan wabah ebola darurat kesehatan masyarakat yang ancam keamanan kontinental
Indonesia
•
20 May 2026

Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz mulai pulih
Indonesia
•
20 May 2026

China tangkap 880 lebih buronan yang kabur ke luar negeri dalam operasi pemberantasan kejahatan ekonomi
Indonesia
•
20 May 2026

Sedikitnya 5 orang tewas dalam insiden penembakan di Islamic Center San Diego, AS
Indonesia
•
19 May 2026
