Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz mulai pulih

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 19 Februari 2025 ini menunjukkan Selat Hormuz. (Xinhua/Wang Qiang)

Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz meningkat secara signifikan pekan lalu seiring naiknya perdagangan yang berhubungan dengan Iran, meskipun pembatasan Amerika Serikat terhadap kapal yang singgah di pelabuhan Iran masih diberlakukan.

 

London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz meningkat secara signifikan pekan lalu seiring naiknya perdagangan yang berhubungan dengan Iran, meskipun pembatasan Amerika Serikat (AS) terhadap kapal yang singgah di pelabuhan Iran masih diberlakukan, demikian dilansir media harian industri pelayaran Inggris, Lloyd's List, pada Selasa (19/5).

Sedikitnya 54 kapal melintasi Selat Hormuz pada periode 11 hingga 17 Mei, dibandingkan hanya 25 kapal pada pekan sebelumnya, menurut laporan tersebut yang mengutip data pelacakan kapal.

Laporan itu mengatakan bahwa peningkatan terjadi di tengah lonjakan aktivitas perdagangan yang berkaitan dengan Iran. Laporan itu juga menyoroti bahwa sebuah kapal pengangkut gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) milik Abu Dhabi National Oil Company memasuki perairan Teluk dengan mematikan sistem identifikasi otomatis.

Data dari Windward, perusahaan analitik maritim yang berkantor pusat di London, menunjukkan bahwa 19 kapal melintasi Selat Hormuz pada Senin (18/5), yang terdiri atas sembilan kapal masuk dan 10 kapal keluar.

Lalu lintas kapal masuk terutama terdiri atas kapal kargo berbendera negara-negara termasuk India dan Sri Lanka. Sementara itu, lalu lintas keluar mencakup satu kapal tanker dan sembilan kapal kargo, dengan lima di antaranya berbendera Iran.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait