
7 dari 10 tabir surya gagal penuhi klaim SPF, produk SPF50 ternyata hanya SPF14

Seorang pengunjung mengamati sejumlah kendaraan dalam sebuah pameran mobil klasik di Auckland, Selandia Baru, pada 1 Maret 2026. (Xinhua/Wu Jiaxiang)
Wellington, Selandia Baru (Xinhua/Indonesia Window) – Tujuh dari 10 produk tabir surya (sunscreen) yang diuji oleh kelompok advokasi konsumen Selandia Baru gagal memenuhi klaim faktor perlindungan matahari (sun protection factor/SPF) yang tercantum pada labelnya. Salah satu produk yang berlabel SPF50 ternyata hanya memberikan perlindungan setara SPF14.
Consumer NZ menguji 10 produk tabir surya yang banyak tersedia di pasaran. Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (30/10), kelompok tersebut menyatakan bahwa hanya tiga produk yang memenuhi klaim SPF pada labelnya, meskipun seluruh produk tersebut memenuhi persyaratan perlindungan spektrum luas (broad-spectrum) berdasarkan tingkat SPF hasil pengujian.
"Selandia Baru memiliki salah satu tingkat kanker kulit dan melanoma tertinggi di dunia," tutur Belinda Castles, seorang peneliti di Consumer NZ, seraya mengatakan bahwa tabir surya berperan penting dalam mencegah kanker kulit.
Temuan tersebut menyoroti perlunya pengujian tabir surya secara berkala dan independen, mengingat tidak ada aturan yang menentukan seberapa sering produk tabir surya harus diuji, kata Consumer NZ.
Kelompok tersebut menambahkan bahwa investigasi sebelumnya yang mereka lakukan menemukan bahwa sejumlah perusahaan mengandalkan laporan pengujian yang telah berusia beberapa tahun.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Dua bayi harimau Benggala lahir di tengah konflik manajemen Bandung Zoo
Indonesia
•
20 Aug 2025

COVID-19 – Sepertiga mantan penderita alami kesehatan mental
Indonesia
•
12 Apr 2021

Tim ilmuwan China ungkap evolusi organ makan pada gajah purba
Indonesia
•
02 Dec 2023

Studi: AI dan pembelajaran mesin dapat dengan sukses diagnosis PCOS
Indonesia
•
02 Oct 2023


Berita Terbaru

Alibaba gandeng Apple, AI Qwen China bakal hadir di iPhone melalui Apple Intelligence
Indonesia
•
01 Nov 2026

Feature – Belajar AI dan robotika di China, mahasiswa Indonesia bersiap jawab kebutuhan industri
Indonesia
•
30 Oct 2026

China luncurkan AI cuaca ekstrem, bisa prediksi potensi badai hingga 4 jam sebelumnya
Indonesia
•
31 Oct 2026

Fokus Berita – Teknologi genetik dan kolaborasi medis dengan China buka harapan bagi pasien penyakit langka di Indonesia
Indonesia
•
28 Oct 2026
