
China luncurkan AI cuaca ekstrem, bisa prediksi potensi badai hingga 4 jam sebelumnya

Roket Long March-3B yang mengangkut satelit Fengyun-4 03 lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 27 Desember 2025. (Xinhua/Yang Xi)
Changsha, China (Xinhua/Indonesia Window) – China merilis gelombang pertama model kecerdasan buatan (AI) untuk cuaca ekstrem berbasis satelit meteorologi Fengyun pada Kamis (29/10) dalam sebuah konferensi pengguna di Changsha, Provinsi Hunan, China tengah.
Model-model tersebut, termasuk model cerdas interpretasi citra awan topan dan model peringatan prakiraan cuaca jangka pendek (nowcasting) untuk konveksi parah, akan secara efektif meningkatkan kemampuan satelit meteorologi Fengyun dalam memantau dan memberikan peringatan terhadap cuaca ekstrem, seperti topan dan konveksi parah, menurut Administrasi Meteorologi China (China Meteorological Administration/CMA).
Nowcasting merupakan metode yang digunakan dalam meteorologi untuk prakiraan cuaca dengan jangka waktu sangat pendek.
Model cerdas interpretasi citra awan topan dapat secara otomatis menganalisis posisi, struktur, intensitas, dan evolusi topan, sekaligus menghasilkan teks interpretasi terstandardisasi dan produk visualisasi, sebagai sarana guna memberikan dukungan teknis untuk pemantauan dan prakiraan topan.
Saat ini, model tersebut mencakup tujuh jenis karakteristik topan, melakukan interpretasi setiap 15 menit, dan menghasilkan teks interpretasi dalam waktu 27 detik.
Model peringatan prakiraan cuaca jangka pendek untuk konveksi parah menggunakan pengamatan berkelanjutan dari satelit meteorologi Fengyun-4 dalam dua jam terakhir untuk memprediksi evolusi citra awan di masa mendatang dan mengidentifikasi area konveksi parah yang potensial, sehingga peringatan dapat dikeluarkan hingga empat jam sebelum kejadian.
Satelit meteorologi Fengyun merupakan komponen penting dari sistem pengamatan meteorologi komprehensif China.
Dengan perkembangan pesat teknologi AI, pengambilan informasi kunci dari data satelit dalam jumlah besar dan prediksi evolusi cuaca lebih lanjut telah menjadi arah penting untuk penerapannya.
Hingga saat ini, China memiliki 10 satelit meteorologi Fengyun di orbit, dan datanya terbuka untuk 141 negara dan kawasan, menurut CMA.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Perangkat bionik ini bikin otak tak sekadar mendengar, tapi juga memahami suara
Indonesia
•
15 Jul 2026

Sistem Satelit Navigasi BeiDou China jadi sistem navigasi kelas dunia
Indonesia
•
04 Nov 2022

Ilmuwan China atasi masalah utama pada baterai litium ‘all-solid-state’
Indonesia
•
11 Oct 2025

Spesies pakis langka yang jadi dulu jadi santapan dinosaurus ditemukan di China selatan
Indonesia
•
12 Mar 2026


Berita Terbaru

Alibaba gandeng Apple, AI Qwen China bakal hadir di iPhone melalui Apple Intelligence
Indonesia
•
01 Nov 2026

Feature – Belajar AI dan robotika di China, mahasiswa Indonesia bersiap jawab kebutuhan industri
Indonesia
•
30 Oct 2026

7 dari 10 tabir surya gagal penuhi klaim SPF, produk SPF50 ternyata hanya SPF14
Indonesia
•
31 Oct 2026

Fokus Berita – Teknologi genetik dan kolaborasi medis dengan China buka harapan bagi pasien penyakit langka di Indonesia
Indonesia
•
28 Oct 2026
