
Dua bayi harimau Benggala lahir di tengah konflik manajemen Bandung Zoo

Dua bayi harimau Benggala terlihat di Bandung Zoo di Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada 18 Agustus 2025. (Xinhua/Septianjar Muharam)
Dua bayi harimau Benggala jantan lahir pada 12 Juli lalu di Bandung Zoo di Bandung, Provinsi Jawa Barat, di tengah konflik akibat dualisme manajemen di kebun binatang tersebut.
Bandung, Jawa Barat (Xinhua/Indonesia Window) – Dua ekor bayi harimau Benggala jantan telah lahir pada 12 Juli lalu di Bandung Zoo di Bandung, Provinsi Jawa Barat. Dua bayi harimau ini lahir di tengah konflik akibat dualisme manajemen di kebun binatang tersebut.Seperti dilaporkan Kompas pada 10 Agustus 2025, konflik melibatkan manajemen lama dan baru dari Bandung Zoo, yang berujung pada penutupan kebun binatang itu oleh pihak kepolisian demi menghindari memanasnya konflik.Saat ini, para pekerja Bandung Zoo masih memberi makan satwa di kebun binatang itu menggunakan dana cadangan. Jika dana tersebut habis, nasib ratusan satwa di Bandung Zoo pun akan terancam.Harimau Benggala (P.t. tigris) didefinisikan sebagai subspesies harimau yang tersebar di Bangladesh, Bhutan, China bagian barat, India, Myanmar bagian barat, dan Nepal, yang dicirikan oleh situs nukleotida mitokondria yang unik dan alel mikrosatelit yang unik.Subspesies ini memiliki sejarah genetik yang menunjukkan kedatangannya di India sekitar 12.000 tahun yang lalu dan sebagian besar dipelihara di penangkaran di sejumlah kebun binatang di India sejak 1880.Harimau Benggala diangkut ke seluruh dunia dan sering disilangkan dengan subspesies harimau lainnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi baru ungkap SARS-CoV-2 infeksi arteri koroner, tingkatkan peradangan plak
Indonesia
•
01 Oct 2023

Spesies kodok baru ditemukan di China selatan
Indonesia
•
07 Aug 2023

China kembangkan sistem pemantauan cerdas ‘sky-ground’ untuk hama dan penyakit tanaman
Indonesia
•
22 Oct 2024

Studi ungkap dampak partikel plastik kecil terhadap jaring makanan di ekosistem darat
Indonesia
•
07 Jan 2025


Berita Terbaru

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026

Jika es Antarktika menyusut, seberapa tinggi laut akan naik? Ilmuwan siapkan survei besar
Indonesia
•
08 Sep 2026

‘Power bank’ jadi tenaga eksoskeleton, teknologi ini bantu gerak hingga 35 persen
Indonesia
•
07 Sep 2026

Hongaria kucurkan 1,7 triliun rupiah untuk hutan baru, jutaan pohon bakal ditanam hingga 2030
Indonesia
•
06 Sep 2026
