49 negara nikmati visa wisata Saudi untuk pertama kali

49 negara nikmati visa wisata Saudi untuk pertama kali
Salah satu obyek wisata di Al Ula (300 km dari Madinah). (Photo by Saudi Press Agency)

Jakarta (Indonesia Window) – Sebanyak 49 negara di seluruh dunia kini bisa menikmati visa wisatawan ke Arab Saudi yang disediakan oleh Pemerintah Kerajaan untuk pertama kali.

Hal tersebut diumumkan oleh Komisi Untuk Pariwisata dan Warisan Nasional Arab Saudi (SCTH) di sebuah acara di Ad-Diriyah, sebuah kota kuno yang sekarang menjadi tujuan wisata terkemuka pada Jumat, demikian laporan Arabnews.

Pariwisata kickstarting adalah salah satu program reformasi Visi 2030 Putera Mahkota Mohammed bin Salman untuk mempersiapkan ekonomi kerajaan pada era pasca-minyak.

“Membuka Arab Saudi bagi wisatawan internasional adalah momen bersejarah bagi negara kami,” kata Kepala Pariwisata Ahmed Al-Khateeb dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan bahwa para pengunjung akan terkesima dengan lima Situs Warisan Dunia UNESCO yang berada di Saudi, budaya lokal yang semarak, dan keindahan alam yang menakjubkan.

Visa baru tersebut disediakan bagi wisatawan dari 38 negara di Eropa, tujuh di Asia, serta Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru.

Biaya visa tersebut 300 riyal Saudi (1 riyal Saudi = Rp3.800) dengan biaya tambahan 140 riyal Saudi untuk asuransi perjalanan, kata sebuah sumber kepada Arab News.

Visa itu berlaku selama 360 hari dari tanggal penerbitan untuk masa tinggal 90 hari atau kurang, dan total tidak lebih dari 180 hari dalam satu tahun.

Masyarakat dari 49 negara tersebut bisa mengurus visa secara online (daring) melalui proses yang berjalan hanya tujuh menit, atau dapat diurus di loket khusus setiba mereka di salah satu dari empat bandara internasional Arab Saudi.

Aplikasi untuk visa wisatawan mulai disediakan pada 28 September.

Mempromosikan Arab Saudi sebagai lokasi wisata adalah salah satu tujuan utama Visi 2030 yang bertujuan mengurangi ketergantungan negara tersebut pada minyak sebagai sumber pendapatan utama.

Selain situs-situs suci di Makkah dan Madinah yang dikunjungi oleh jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia sepanjang waktu, Pemerintah Kerajaan juga mempromosikan daerah lainnya sebagai tujuan wisata.

Diantara lokasi wisata di Saudi adalah Al Ula yang memiliki sejumlah situs prasejarah; NEOM di Provinsi Tabuk dekat Laut Merah yang dirancang menjadi kota pintar; dan Laut Merah.

Komisi Untuk Pariwisata dan Warisan Nasional Arab Saudi menyatakan bahwa ada 10.000 lokasi bersejarah di negara itu yang lima di antaranya adalah situs Warisan Dunia UNESCO.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here