2.000 tahun hubungan China-Mesir: Dari Jalur Sutra hingga penggalian arkeologi bersama

Para wisatawan mengunjungi reruntuhan 'danau suci' di kompleks Kuil Montu di area Kuil Karnak di Luxor, Mesir, pada 24 Januari 2026. (Xinhua)

Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China dan Mesir, yang sama-sama merupakan peradaban kuno dengan sejarah panjang dan kebudayaan yang gemilang, telah saling belajar dan berkembang bersama selama ribuan tahun.

Lebih dari 2.000 tahun silam, China dan Mesir terhubung melalui Jalur Sutra kuno, yang tidak hanya menjadi jalur pertukaran porselen dan barang pecah belah, tetapi juga pengetahuan dan gagasan di antara kedua peradaban tersebut.

Peneliti China Xue Jiang (kanan) bekerja sama dengan seorang arkeolog Mesir, yang juga terlibat dalam proyek arkeologi bersama China-Mesir di Saqqara, di dalam sebuah makam kuno di Saqqara, Mesir, pada 16 September 2025. (Xinhua)

Kedua negara telah menyaksikan kerja sama yang erat dan terus berkembang di bidang arkeologi, dengan sejumlah proyek arkeologi bersama dalam beberapa tahun terakhir.

Penggalian arkeologi bersama di Luxor dan Saqqara, serta pameran peradaban Mesir di China telah mendekatkan sejarah dan budaya kedua peradaban kuno tersebut kepada masyarakat masing-masing.

Berbagai pertukaran semacam ini telah memberikan fondasi kemanusiaan yang lebih mendalam bagi hubungan bilateral.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait