
2.000 tahun hubungan China-Mesir: Dari Jalur Sutra hingga penggalian arkeologi bersama

Para wisatawan mengunjungi reruntuhan 'danau suci' di kompleks Kuil Montu di area Kuil Karnak di Luxor, Mesir, pada 24 Januari 2026. (Xinhua)
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China dan Mesir, yang sama-sama merupakan peradaban kuno dengan sejarah panjang dan kebudayaan yang gemilang, telah saling belajar dan berkembang bersama selama ribuan tahun.
Lebih dari 2.000 tahun silam, China dan Mesir terhubung melalui Jalur Sutra kuno, yang tidak hanya menjadi jalur pertukaran porselen dan barang pecah belah, tetapi juga pengetahuan dan gagasan di antara kedua peradaban tersebut.

Kedua negara telah menyaksikan kerja sama yang erat dan terus berkembang di bidang arkeologi, dengan sejumlah proyek arkeologi bersama dalam beberapa tahun terakhir.
Penggalian arkeologi bersama di Luxor dan Saqqara, serta pameran peradaban Mesir di China telah mendekatkan sejarah dan budaya kedua peradaban kuno tersebut kepada masyarakat masing-masing.
Berbagai pertukaran semacam ini telah memberikan fondasi kemanusiaan yang lebih mendalam bagi hubungan bilateral.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Makin banyak Muslim belajar Al-Qur’an, ulama sebut sebagai bangkitnya masa keemasan Islam
Indonesia
•
07 Aug 2025

8 makanan kaya magnesium untuk kesehatan tubuh dan otak
Indonesia
•
05 Jun 2022

Para pemimpin Afrika tuntut dana atasi dampak perubahan iklim
Indonesia
•
10 Sep 2022

Feature – Warga desa di tepi Sungai Kuning China sambut kehidupan baru
Indonesia
•
20 Apr 2024


Berita Terbaru

Sekolah di seberang sungai, 7 ‘bus sekolah air’ gratis antar ratusan murid setiap hari
Indonesia
•
03 Sep 2026

40.000 warga sipil tewas, 77.000 terluka dalam konflik Afghanistan selama 12 tahun
Indonesia
•
03 Sep 2026

Dari Mobile Legends ke China: 50 tim bertarung di Konsul Jenderal China Cup Jatim 2026
Indonesia
•
02 Sep 2026

Wawancara – Seniman Mesir sebut seni dekatkan peradaban Mesir dan China
Indonesia
•
02 Sep 2026
