
Makin banyak Muslim belajar Al-Qur’an, ulama sebut sebagai bangkitnya masa keemasan Islam

Pendiri Yayasan Rumah Tajwid Indonesia, Ustadz Hartanto Saryono, Lc., memaparkan materi dengan tema 'Tahsin Tilawah: Menghadirkan Adab di Setiap Huruf-Tips Praktis untuk Mencapai Bacaan Al-Qur'an yang Benar' pada Kuliah Perdana Tahsin Al Ghozy (TAG) Angkatan ke-19 di Masjid Al Muttaqin, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (7/8/2025). (Tahsin Al Ghozy)
Membaca dan menghafal Al-Qur’an juga harus diimbangi dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari, demi terwujudnya ‘masa keemasan Umat Islam’.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Dalam perjalanan dakwahnya, khususnya tentang pembelajaran Al-Qur’an, di berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara di dunia, Ustadz Hartanto Saryono, Lc., mengatakan makin banyak masyarakat Muslim yang bersemangat untuk belajar dan mendalami Al-Qur’an.“Bisa dikatakan ini adalah kebangkitan Umat Islam bersama Al-Qur’an, atau kata sebagian besar masyaikh (guru-guru agama Islam) menyebutnya sebagai ‘al-'Ashr al-Zahabi’ atau ‘masa keemasan Umat Islam’ dekat dengan Al-Qur’an,” ujar pendiri Yayasan Rumah Tajwid Indonesia tersebut, usai menyampaikan materi pada Kuliah Perdana Tahsin Al Ghozy, yang digelar oleh Al Ghozy Muslimah Center (AMC) di Masjid Masjid Al Muttaqien, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis.Menurut Ust. Hartanto, pembelajaran Al-Qur’an tersebut mencakup cara membaca Al-Qur’an secara benar yang sesuai dengan kaidah, dan menghafal Al-Qur’an.“Membaca dan menghafal Al-Qur’an juga harus diimbangi dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya, seraya menambahkan, masih diperlukan upaya yang terus menerus untuk menyemangati kaum Muslim agar tidak surut dalam belajar membaca dan memahami Al-Qur’an.Ust. Hartanto menegaskan bahwa banyak kebaikan dan manfaat dari belajar Al-Qur’an. “Selain manfaat spiritual, Al-Qur’an juga bisa untuk motivasi dan healing saat sedang merasa putus asa,” tuturnya.
Kuliah Perdana Tahsin Al Ghozy, yang digelar oleh Al Ghozy Muslimah Center (AMC) di Masjid Masjid Al Muttaqien, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025). (Tahsin Al Ghozy)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Badan PBB sebut situasi kemanusiaan di Gaza "tidak terbayangkan"
Indonesia
•
05 May 2025

Studi sebut warga Asia-Amerika paling kecil kemungkinannya merasa jadi bagian AS
Indonesia
•
11 May 2023

Presiden Korsel nyatakan kondisi darurat nasional demografis
Indonesia
•
21 Jun 2024

PBB desak penghentian sementara konflik di Sudan demi akses keluarga yang terjebak di El Fasher
Indonesia
•
06 Aug 2025


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
