
Biaya usaha naik, perusahaan Singapura justru lirik Indonesia untuk perluas bisnis

Seorang wanita berjalan di tengah hujan di kawasan bisnis dan keuangan Singapura, Raffles Place, pada 22 Mei 2025. (Xinhua/Then Chih Wey)
Singapura (Xinhua/Indonesia Window) – Meningkatnya biaya usaha menjadi kekhawatiran terbesar bagi perusahaan-perusahaan di Singapura seiring ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global menekan sentimen, menurut survei yang dilakukan oleh Singapore Chinese Chamber of Commerce and Industry (SCCCI).
Menurut survei yang dirilis pada Rabu (5/8), kekhawatiran yang paling sering disebut adalah meningkatnya biaya usaha, yang dipilih oleh 71,8 persen responden. Kekhawatiran utama lainnya adalah ketersediaan tenaga kerja yang sesuai serta transformasi bisnis untuk meraih peluang pertumbuhan baru.
Konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah semakin menambah ketidakpastian bisnis, dengan para responden mengidentifikasi kenaikan biaya operasional, ketidakpastian pasar, melemahnya permintaan, dan gangguan rantai pasokan sebagai risiko-risiko utama.
Perusahaan-perusahaan juga lebih berhati-hati terkait prospek ke depan. Sebanyak 38 persen responden bersikap netral perihal prospek bisnis, sementara 34 persen pesimistis dan hanya 20 persen yang optimistis.
Mencerminkan sentimen yang lesu, hanya 34 persen perusahaan memperkirakan pendapatan akan tumbuh tahun ini, turun dari 39 persen pada 2025. Meskipun 78 persen masih memperkirakan akan meraih keuntungan, lebih dari separuh di antaranya mengantisipasi profit yang lebih rendah dibanding tahun lalu.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa Malaysia, Indonesia, China, Vietnam, dan Thailand muncul sebagai pasar luar negeri teratas untuk ekspansi.
Sementara itu, 45 persen responden menyatakan bahwa mereka sedang bereksperimen dengan alat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang tersedia di pasaran, meskipun keterbatasan keahlian dan biaya implementasi tetap menjadi hambatan utama untuk penggunaan yang lebih luas.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Survei konsumen Maret 2022 111, indikasikan optimisme
Indonesia
•
08 Apr 2022

Inflasi Australia diperkirakan capai puncaknya jelang akhir tahun, lebih lama dari perkiraan
Indonesia
•
24 Oct 2022

Airbus mulai kirim pesawat A321neo rakitan China
Indonesia
•
28 Mar 2023

Pedagang teh jahe merah asal Indonesia bidik pasar China yang berpotensi besar
Indonesia
•
13 Nov 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga AI, ini alasan citra China menguat di dunia
Indonesia
•
07 Aug 2026

Leapmotor mulai produksi mobil listrik di Indonesia, target 34.000 unit per tahun
Indonesia
•
07 Aug 2026

Ekspor salak Indonesia ke China naik 208 persen, durian melesat 600 persen
Indonesia
•
07 Aug 2026

Fokus Berita – Mengapa produsen EV China kini lebih sibuk membangun pabrik daripada menjual mobil?
Indonesia
•
06 Aug 2026
