17 orang tewas dalam 37 serangan Israel di Lebanon pada Ahad sore

Seorang pria berjalan di antara puing-puing pascaserangan Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada 7 Maret 2026. (Xinhua/Bilal Jawich)

Jumlah korban tewas di Lebanon akibat bentrokan dengan Israel meningkat menjadi 394 orang, termasuk 83 anak-anak dan 42 wanita, dengan 1.130 orang terluka.

 

Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Sedikitnya 17 orang tewas pada Ahad (8/3) sore waktu setempat dalam 37 serangan udara Israel di Lebanon selatan dan timur, demikian menurut sejumlah sumber Lebanon.

Di Lebanon selatan, serangan udara Israel yang menargetkan sebuah rumah dan bengkel perbaikan mobil di pusat kota Doueir menewaskan enam anggota dari satu keluarga, lapor kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA).

Dua serangan Israel di Desa Alma al-Shaab menewaskan Sami Al-Ghafri, saudara laki-laki dari seorang pemuka agama lokal, serta seorang petani, demikian dilansir NNA.

Penembakan artileri Israel yang menargetkan sekitar 15 pekerja, sebagian besar warga negara Suriah, di sebuah pertanian di Kota Yahmar al-Shaqif di Distrik Nabatieh, menewaskan tujuh pekerja Suriah, menurut NNA dan seorang pejabat Pertahanan Sipil Lebanon yang tidak disebutkan namanya.

Dua serangan Israel di kamp Ain al-Hilweh di Kota Sidon menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya, kata pejabat tersebut.

Di Lebanon timur, sebuah serangan Israel yang menargetkan ekskavator di Desa Brital menewaskan satu warga negara Suriah dan melukai satu orang lainnya, lansir NNA.

Menurut sumber-sumber tersebut, serangan udara Israel yang dilancarkan pada Minggu pagi waktu setempat di Lebanon selatan telah menewaskan 40 orang.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon pada Minggu mengatakan bahwa sejak 2 Maret hingga Ahad siang, jumlah korban tewas di negara itu akibat bentrokan dengan Israel meningkat menjadi 394 orang, termasuk 83 anak-anak dan 42 wanita, dengan 1.130 orang terluka. Sebanyak sembilan petugas penyelamat juga dilaporkan tewas. Angka itu menunjukkan peningkatan tajam dibandingkan pada Sabtu (7/3), ketika kementerian itu melaporkan 294 korban tewas.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait