Xiaomi kuasai pasar ‘smartphone’ Indonesia, percepat ekspansi ekosistem pada 2026

Upacara peluncuran Xiaomi 13T diadakan di Grand Egyptian Museum di Kairo, Mesir, pada 8 Oktober 2023. Produsen smartphone asal China, Xiaomi, mengadakan upacara peluncuran 'smartphone' terbarunya 13T di Kairo pada Minggu (8/10), menurut perusahaan itu dalam sebuah pernyataan pada Senin (9/10). (Xinhua/Sui Xiankai)

Xiaomi mencatatkan kinerja positif dengan menjadi vendor smartphone terlaris di Indonesia tahun lalu, menguasai sekitar 19 persen pasar smartphone domestik.

 

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Xiaomi mencatatkan kinerja positif dengan menjadi vendor smartphone terlaris di Indonesia tahun lalu, menguasai sekitar 19 persen pasar smartphone domestik. Dengan capaian ini, Xiaomi akan mempercepat ekspansi ekosistemnya tahun ini, menjadikan smartphone bukan hanya sekadar perangkat komunikasi, melainkan juga sebagai pusat kendali kehidupan digital.

"Kami melihat masyarakat Indonesia kini semakin cerdas dalam memilih teknologi. Mereka tidak hanya mencari perangkat dengan spesifikasi tinggi, tetapi juga ekosistem yang mampu menyempurnakan kualitas hidup. Kepercayaan inilah yang menjadi energi bagi Xiaomi untuk melangkah ke fase yang lebih ambisius di tahun 2026," kata Direktur Xiaomi Indonesia, Wentao Zhao, dalam keterangannya.

Berdasarkan laporan lembaga riset Omdia, Xiaomi menjadi pemimpin pasar smartphone di Indonesia pada 2025 dengan pangsa 19 persen, sementara pangsa beberapa merek asal China lainnya, seperti Transsion, Oppo, dan Vivo, masing-masing sebesar 18 persen, 16 persen, dan 15 persen.

Xiaomi menyebut capaian tersebut salah satunya didorong oleh performa impresif di segmen smartphone berperforma tinggi melalui submerek POCO. Ponsel ini banyak diminati kalangan penggemar mobile gaming di Tanah Air.

Melalui visi globalnya ‘Human x Car x Home’, ponsel Xiaomi berperan sebagai gerbang utama yang menghubungkan mobilitas pribadi, transportasi, ruang tinggal, hingga berbagai perangkat pintar lainnya dalam satu harmoni teknologi yang terpadu.

"Fokus kami pada tahun 2026 adalah memastikan setiap interaksi dalam ekosistem Xiaomi terasa alami dan adaptif terhadap rutinitas harian. Kami ingin teknologi hadir sebagai pendukung yang bekerja di balik layar, tetapi kekuatannya nyata dalam memudahkan produktivitas masyarakat," ujar Wentao.

Xiaomi mengandalkan sistem operasi HyperOS 3 sebagai fondasi utama visi masa depan tersebut. Sistem ini menyatukan seluruh perangkat ekosistem Xiaomi ke dalam satu platform secara terpadu. HyperOS 3 mengusung kecerdasan buatan (AI) yang mampu memahami gaya hidup dinamis masyarakat Indonesia, memastikan transisi antarperangkat berlangsung tanpa hambatan, serta memberikan kendali penuh bagi pengguna untuk menciptakan kehidupan yang benar-benar cerdas.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait