
Maskapai China Xiamen Air tambahkan pesawat Airbus pertama ke armadanya

Pesawat Airbus A321 pertama diproduksi di fasilitas Lini Perakitan Akhir Asia (Final Assembly Line Asia/FALA) di Tianjin, China utara, pada 9 November 2022. (Xinhua/Zhao Zishuo)
Xiamen Air mengoperasikan jaringan yang meliputi lebih dari 400 rute udara domestik maupun internasional, dan demi memastikan kestabilan pengembangan armadanya secara lebih baik, perusahaan ini meneken kontrak pembelian pertama dengan Airbus untuk 40 unit pesawat seri A320 pada September 2022 lalu.
Xiamen, China (Xinhua) – Xiamen Air, yang memiliki armada Boeing terbesar di China, menerima pesawat Airbus A321neo pertamanya, menandai peluncuran resmi dari mode pengoperasian armada merek ganda (dual brand) maskapai tersebut.Pesawat yang diberi desain logo khusus bertuliskan ‘FIRST AIRBUS for XIAMENAIR’ (AIRBUS PERTAMA untuk XIAMENAIR) pada bagian badannya itu mendarat pada Ahad (1/1) di Bandar Udara Internasional Gaoqi Xiamen. Kabin pesawat tersebut memiliki total 208 kursi, yang mencakup delapan kursi kelas bisnis dan 200 kursi kelas ekonomi.Setelah diterima, Xiamen Air akan melakukan penerbangan demonstrasi dan uji verifikasi rute sebelum memasukkan pesawat baru itu ke layanan penumpang komersial yang diharapkan terwujud pada musim semi 2023 mendatang.Sejak didirikan pada 1984, pengoperasian Xiamen Air sebagian besar menggunakan pesawat Boeing. Pada 2022, maskapai itu memiliki 164 pesawat Boeing, termasuk seri 737, seri 787, dan seri 757.Berbasis di Xiamen, sebuah kota pesisir di Provinsi Fujian, China timur, maskapai penerbangan China itu mengoperasikan jaringan yang meliputi lebih dari 400 rute udara domestik maupun internasional.
Pesawat Airbus A321 pertama diproduksi di fasilitas Final Assembly Line Asia (FALA) di Tianjin, China utara, pada 9 November 2022. Produsen pesawat Eropa Airbus mulai memproduksi pesawat A321 di fasilitas FALA mereka di Tianjin pada Rabu (9/11/2022). Hal tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa China mampu mengirim semua model pesawat keluarga Airbus A320. (Xinhua/Zhao Zishuo)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tak terima tarif otomotif AS, Kanada pertimbangkan tindakan balasan
Indonesia
•
27 Mar 2025

Filipina perdalam kerja sama pariwisata dengan China, ciptakan lapangan kerja dan investasi
Indonesia
•
06 Jan 2023

Perusahaan China Gotion bangun pabrik manufaktur baterai litium NEV di Illinois, ASP
Indonesia
•
11 Sep 2023

Pasar minyak mentah masih bergejolak, OPEC dan sekutunya waspada
Indonesia
•
15 Sep 2022


Berita Terbaru

IPO SpaceX raup 1.348 triliun rupiah, Elon Musk makin dekat jadi triliuner pertama dunia
Indonesia
•
13 Jun 2026

Aset lintas batas Hong Kong tembus Rp53 kuadriliun, lampaui Swiss
Indonesia
•
13 Jun 2026

UKM Singapura paling tidak optimistis ekspansi ke luar negeri
Indonesia
•
12 Jun 2026

ZTE borong 3 penghargaan Selular Awards 2026, perkuat inovasi teknologi jaringan di Indonesia
Indonesia
•
11 Jun 2026
