Xi sebut China pandang hubungannya dengan Filipina dari perspektif ketinggian strategis

Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos di Bangkok, Thailand, pada 17 November 2022. (Xinhua/Ding Haitao)

Komunikasi China dan Filipina yang rutin diperlukan untuk terus mengakomodasi kedua belah pihak guna memperdalam sinergi antara Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra dan program ‘Build, Better, More’ Filipina, memastikan keberhasilan proyek Jembatan Davao-Samal, menjajaki kerja sama ‘Dua Negara, Taman Kembar’, serta memperkuat kerja sama di bidang energi bersih, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.

 

Bangkok, Thailand (Xinhua) – Presiden China Xi Jinping pada Kamis (17/11) di Bangkok, Thailand, mengatakan bahwa China selalu memandang hubungannya dengan Filipina dari perspektif ketinggian strategis.

Xi menyampaikan pernyataan tersebut saat bertemu dengan Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos dalam sela-sela Pertemuan Pemimpin Ekonomi Kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) ke-29.

Xi ingat bahwa dalam percakapan via telepon mereka pada Mei lalu, mereka mencapai serangkaian konsensus penting tentang mengembangkan hubungan bilateral di era baru dan mengidentifikasi pertanian, infrastruktur, energi, dan pertukaran antarmasyarakat sebagai empat bidang prioritas dalam kerja sama.

Xi mengatakan bahwa kedua belah pihak perlu membuat sorotan dalam kerja sama dan meningkatkan kualitas kerja sama bagi kepentingan rakyat mereka, seraya menambahkan bahwa China akan bekerja sama dengan Filipina untuk memajukan persahabatan dan kerja sama mereka, berkomitmen terhadap pembangunan dan peremajaan nasional, serta menorehkan babak baru dalam persahabatan China-Filipina.

Xi menekankan kesiapan China dalam menjaga komunikasi rutin dengan Filipina dan untuk terus mengakomodasi kekhawatiran negara itu, dan kedua belah pihak perlu lebih memperdalam sinergi antara Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra dengan program “Build, Better, More” Filipina, memastikan keberhasilan proyek Jembatan Davao-Samal, menjajaki kerja sama “Dua Negara, Taman Kembar”, serta memperkuat kerja sama di bidang energi bersih, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.

China bersedia mengimpor produk pertanian dan sampingan yang lebih berkualitas dari Filipina, ujar Xi, sembari menambahkan bahwa kedua belah pihak perlu mengambil langkah yang lebih konkret guna meningkatkan pertukaran antarmasyarakat dan budaya serta memperkuat dukungan publik bagi persahabatan China-Filipina.

Mengenai isu Laut China Selatan, kedua belah pihak harus tetap berpegang pada konsultasi yang bersahabat serta menangani perbedaan dan perselisihan dengan benar, kata Xi.

Seraya mengungkapkan bahwa China dan Filipina, sebagai dua negara berkembang di Asia, perlu menjaga kemandirian strategis, menjunjung tinggi perdamaian, keterbukaan dan inklusivitas, serta tetap berada di jalur kerja sama regional, Xi mengatakan kedua negara harus bekerja sama untuk menolak unilateralisme dan tindakan intimidasi, membela kejujuran dan keadilan, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Sementara itu, Marcos kembali mengucapkan selamat atas kesuksesan penyelenggaraan Kongres Nasional Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) ke-20 dan atas terpilihnya kembali Xi sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral CPC, dengan mengatakan bahwa hal tersebut membawa stabilitas yang lebih besar tidak hanya bagi pembangunan China di masa depan tetapi juga bagi kawasan dan dunia.

Marcos menuturkan bahwa Filipina dan China berbagi sejarah pertukaran bersahabat selama ribuan tahun, dan kerja sama bilateral di berbagai bidang membuat kemajuan yang stabil sejak pembentukan hubungan diplomatik, sembari menambahkan bahwa China memberikan kontribusi penting bagi pembangunan nasional Filipina dengan memberikan dukungan dan bantuan.

Mengatakan bahwa rasa saling percaya antara kedua negara semakin diperkuat, Marcos menambahkan bahwa Filipina berharap dapat bekerja sama dengan China untuk melepaskan potensi dan memperluas kerja sama di sejumlah bidang seperti infrastruktur, energi, pertanian, dan pertukaran antarmasyarakat, sebagai upaya untuk membangun hubungan bilateral yang lebih tangguh dan kuat.

Marcos menekankan pandangannya yang konsisten bahwa hubungan antara kedua negara tidak boleh ditentukan oleh isu maritim dan kedua belah pihak dapat lebih meningkatkan komunikasi terkait hal ini. Filipina juga akan terus mematuhi kebijakan Satu China, menjunjung tinggi prinsip perdamaian, tetap berkomitmen pada kebijakan luar negeri yang independen, serta tidak akan memihak.

Filipina siap untuk terlibat dalam konsultasi aktif dengan China serta mencari cara untuk memajukan eksplorasi bersama sumber daya minyak dan gas lepas pantai, paparnya.

Sejumlah pejabat China lainnya, antara lain Ding Xuexiang, Wang Yi, dan He Lifeng, turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan