Xi Jinping tawarkan 4 solusi untuk Timur Tengah, China dorong arsitektur keamanan baru

Presiden China Xi Jinping menggelar pembicaraan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Kairo, Mesir, pada 2 September 2026. (Xinhua/Yao Dawei)

Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Usulan empat poin Presiden China Xi Jinping mengenai pembangunan arsitektur keamanan baru di Timur Tengah sekali lagi menawarkan solusi China untuk mencapai perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi.

Wang, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China, menyampaikan pernyataan tersebut saat konferensi pers bersama para wartawan mengenai konklusi kehadiran Xi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) di Bishkek serta kunjungan kenegaraannya ke Kirgizstan dan Mesir.

Xi mengemukakan usulan itu dalam pembicaraannya dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, seraya menyerukan upaya untuk mengoptimalkan faktor penggerak internal, mendorong pendekatan terpadu, memperkuat fondasi pembangunan, dan meningkatkan koordinasi internasional.

Para pengamat internasional meyakini bahwa usulan Xi telah menawarkan sebuah jalan yang realistis untuk menyelesaikan dilema keamanan di Timur Tengah, kata Wang.

Selama kunjungan tersebut, Xi melakukan pertukaran pandangan secara mendalam dengan para pemimpin dari berbagai negara mengenai berbagai permasalahan dunia dan isu-isu yang menjadi sorotan, menyuarakan perdamaian, dan membela keadilan, ujar Wang.

Di sela-sela KTT Bishkek, Xi menggelar pertemuan terpisah dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev, dan Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh.

Xi dan Putin sepakat untuk memperdalam koordinasi strategis komprehensif antara China dan Rusia, memajukan reformasi tata kelola global, mendorong dunia multipolar, serta bersama-sama menjaga perdamaian, stabilitas, dan pembangunan dunia, kata Wang.

Berpedoman pada Pemikiran Xi Jinping tentang Diplomasi (Xi Jinping Thought on Diplomacy), China telah mengeksplorasi pendekatan khas China dalam menyelesaikan berbagai isu yang menjadi sorotan, ujar Wang. Betapa pun kompleksnya perselisihan atau intensnya konflik, China akan selalu berdiri teguh di pihak perdamaian dan dialog serta di sisi sejarah yang benar, imbuh Wang.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait