Banner

Jumlah bangau leher hitam di Tibet, China, meningkat pesat

Yang Le (kiri) mengamati bangau leher hitam bersama rekannya di wilayah Lhunzhub di Lhasa, Daerah Otonom Tibet, China barat daya, pada 1 Maret 2023. (Xinhua/Sun Fei)

Wilayah Lhunzhub di Tibet merupakan salah satu habitat utama burung bangau leher hitam untuk menghabiskan musim dingin.

 

Lhasa, Tibet (Xinhua) – Yang Le (41) merupakan seorang associate researcher sekaligus Wakil Direktur Institut Biologi Dataran Tinggi Tibet. Sejak lulus dari universitas pada 2004, Yang mendedikasikan dirinya pada upaya penelitian dan perlindungan satwa liar di Lhasa, Daerah Otonom Tibet, China barat daya.

Banner

“Saya menganggap bangau leher hitam sebagai anak saya sendiri,” ujar Yang.

Selama bertahun-tahun, Yang menyaksikan peningkatan berkelanjutan dalam jumlah bangau leher hitam di tengah upaya perlindungan keanekaragaman hayati yang berkembang pesat di wilayah itu.

Wilayah Lhunzhub di Tibet
Foto dari udara yang diabadikan pada 1 Maret 2023 ini menunjukkan kawanan burung bangau leher hitam di wilayah Lhunzhub di Lhasa, Daerah Otonom Tibet, China barat daya. (Xinhua/Sun Fei)
Wilayah Lhunzhub di Tibet
Foto yang diabadikan pada 1 Maret 2023 ini menunjukkan kawanan bangau leher hitam di wilayah Lhunzhub di Lhasa, Daerah Otonom Tibet, China barat daya. (Xinhua/Zhang Rufeng)
Wilayah Lhunzhub di Tibet
Yang Le meneliti sebuah spesimen hewan dengan mikroskop di laboratorium Institut Biologi Dataran Tinggi Tibet di Lhasa, Daerah Otonom Tibet, China barat daya, pada 2 Maret 2023. (Xinhua/Sun Fei)
Yang Le (kanan) menjelaskan perilaku bangau leher hitam di Institut Biologi Dataran Tinggi Tibet di Lhasa, Daerah Otonom Tibet, China barat daya, pada 2 Maret 2023. (Xinhua/Jigme Dorje)
Foto yang diabadikan pada 1 Maret 2023 ini menunjukkan kawanan bangau leher hitam di wilayah Lhunzhub di Lhasa, Daerah Otonom Tibet, China barat daya. (Xinhua/Jigme Dorje)
Foto yang diabadikan pada 1 Maret 2023 ini menunjukkan kawanan bangau leher hitam di wilayah Lhunzhub di Lhasa, Daerah Otonom Tibet, China barat daya. (Xinhua/Zhang Rufeng)
Foto yang diabadikan pada 1 Maret 2023 ini menunjukkan kawanan bangau leher hitam di Lhasa, Daerah Otonom Tibet, China barat daya. (Xinhua/Zhang Rufeng)
Foto yang diabadikan pada 1 Maret 2023 ini menunjukkan kawanan bangau leher hitam di Lhasa, Daerah Otonom Tibet, China barat daya. (Xinhua/Shen Hongbing)
Foto dari udara yang diabadikan pada 1 Maret 2023 ini menunjukkan kawanan bangau leher hitam di Lhasa, Daerah Otonom Tibet, China barat daya. (Xinhua/Sun Fei)
Foto yang diabadikan pada 1 Maret 2023 ini menunjukkan kawanan bangau leher hitam di Lhasa, Daerah Otonom Tibet, China barat daya. (Xinhua/Zhang Rufeng)

Terdaftar sebagai spesies burung yang mendapat perlindungan nasional kelas satu di China, bangau itu sebagian besar menghuni dataran tinggi, padang rumput, rawa, rawa alang-alang, rawa padang rumput tepi danau, dan rawa lembah sungai di ketinggian 2.500 hingga 5.000 meter. Wilayah Lhunzhub di Tibet merupakan salah satu habitat utama burung bangau leher hitam untuk menghabiskan musim dingin.

Banner

Populasi bangau leher hitam di Tibet melampaui 10.000 ekor, menurut sebuah laporan yang dirilis tahun lalu oleh departemen ekologi dan lingkungan regional.

Sejauh ini, Tibet membangun 47 cagar alam dengan total luas sekitar 412.200 kilometer persegi, yang mencakup lebih dari sepertiga total luas area tersebut.

Laporan: Redaksi

Banner

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan