
Feature – Warga Palestina sambut Ramadhan di bawah bayang-bayang pertumpahan darah

Warga Palestina berbuka puasa saat Ramadhan di atas puing-puing rumah mereka di Kota Deir el-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 13 Maret 2024. Jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel yang masih berlangsung di Jalur Gaza telah bertambah menjadi 31.272 orang, demikian dilaporkan Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza pada Rabu (13/3). (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Warga Palestina memulai Ramadhan tahun ini 11 Maret 2024, di tengah kesulitan tanpa adanya uang untuk membeli kebutuhan pokok, dan tanpa kehidupan yang damai.
Gaza, Palestina (Xinhua) – Warga Palestina memulai Ramadhan tahun ini pada Senin (11/3). Akibat konflik dan pertumpahan darah Israel-Hamas yang berkecamuk, warga di Gaza mengalami kesulitan merayakan bulan suci bagi Umat Muslim ini di tengah tidak adanya uang, kebutuhan pokok, dan kehidupan yang damai."Persiapan kami sangat sederhana karena tidak ada suplai makanan yang tersedia. Kami menderita karena mahalnya harga makanan, dan situasinya sangat sulit. Terlepas dari apa yang terjadi, kami dapat mengganti apa yang hilang dan membangun kembali apa yang hancur. Kami ingin hidup demi anak-anak kami yang masih bersekolah," tutur seorang warga Palestina di Rafah, Abu Mohammed Al-Awad.Seorang pedagang Palestina di Rafah, Mohammed Al-Araby, mengatakan, "Hidup ini sangat sulit, tetapi saya bersyukur kepada Tuhan. Saya biasanya menjual kacang di Gaza City, tetapi kini menjual apa saja lebih baik daripada menganggur."
Orang-orang berkumpul di sebuah bangunan yang hancur di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 12 Maret 2024. Warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza saat ini bertambah menjadi 31.184, seperti dilaporkan Kementerian Kesehatan Palestina yang berbasis di Gaza pada Selasa (12/3). (Xinhua/Khaled Omar)
Sejumlah pedagang Palestina membuat makanan tradisional di sebuah pasar saat bulan suci Ramadan di Jalur Gaza tengah pada 11 Maret 2024. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mengemis di Saudi dihukumi penjara satu tahun dan denda 379,9 juta rupiah
Indonesia
•
24 Sep 2021

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026

Feature – Menyusuri jejak masa lalu di Pecinan Glodok, dari klenteng, gereja, hingga tradisi teh China
Indonesia
•
02 Feb 2026

IFRC terus berikan bantuan kepada warga Afghanistan yang terdampak gempa
Indonesia
•
17 Oct 2023


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
