
90 truk bantuan PBB berhasil jangkau warga Gaza, akhiri blokade 11 pekan

Seorang anak laki-laki pengungsi berdiri di samping tenda di antara reruntuhan bangunan yang hancur di area pelabuhan di Gaza City bagian barat pada 21 Mei 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Warga di seluruh Gaza berisiko dilanda kelaparan, dengan hampir 500.000 orang berada di ambang kelaparan.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Bantuan pertama dalam 11 pekan terakhir telah berhasil menjangkau masyarakat Gaza, dengan bantuan yang mencakup pasokan nutrisi, tepung, obat-obatan, dan barang-barang penting lainnya, ungkap lembaga kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (22/5).Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) menyampaikan bahwa sekitar 90 truk penuh muatan di pos pemeriksaan Kerem Shalom/Karem Abu Salem telah diberangkatkan ke berbagai tujuan, mengangkut pasokan bagi warga Gaza yang menghadapi ancaman kelaparan.OCHA menguraikan bahwa hampir 20 truk, yang mengangkut sekitar 500 palet pasokan nutrisi, berhasil diturunkan dengan aman di gudang UNICEF di Deir al Balah. Bahan-bahan yang dikirim tersebut mencakup makanan terapeutik siap saji dan suplemen nutrisi berbasis lipid. Pasokan penyelamat nyawa tersebut sedang dibongkar dan dikemas ulang menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk dikirim ke puluhan titik distribusi.Sejumlah toko roti di Gaza selatan dan tengah, yang didukung oleh Program Pangan Dunia (World Food Programme), telah melanjutkan kembali produksi roti, kata OCHA.Toko-toko roti tersebut kini sudah beroperasi dan mendistribusikan roti melalui dapur-dapur umum. Namun, setelah blokade total selama hampir 80 hari terhadap bantuan kemanusiaan, keluarga-keluarga masih menghadapi tingginya risiko kelaparan, dan masih banyak lagi bantuan dibutuhkan di seluruh Gaza, imbuh badan kemanusiaan PBB tersebut.OCHA menekankan bahwa kuantitas pengiriman terbatas dan sama sekali tidak cukup untuk memenuhi skala dan cakupan kebutuhan 2,1 juta orang di Gaza. Pasokan dasar lainnya, seperti makanan segar, perlengkapan kebersihan, bahan pemurni air, dan bahan bakar untuk menghidupkan listrik di rumah sakit, belum diizinkan masuk ke Gaza selama lebih dari 80 hari.
Seorang pria menggendong anak yang terluka untuk mencari pertolongan pascaserangan udara Israel di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 21 Mei 2025. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tokoh Muslim: Einstein “bukan ateis”
Indonesia
•
06 May 2020

Setidaknya 6.100 orang di Tokyo diprediksi tewas dalam skenario gempa terburuk
Indonesia
•
25 May 2022

LSPR Jakarta-New York Film Academy kerja sama internasionalisasi pendidikan tinggi
Indonesia
•
21 Jan 2022

Satu abad memantau gunung api
Indonesia
•
17 Jan 2020


Berita Terbaru

Meta dan YouTube dinyatakan bertanggung jawab terkait kecanduan media sosial di AS
Indonesia
•
27 Mar 2026

Menuju Olimpiade Los Angeles 2028: Atlet transgender dilarang ikut kompetisi perempuan
Indonesia
•
27 Mar 2026

Queensland di Australia akan larang anak di bawah 16 tahun kendarai perangkat ‘e-mobility’
Indonesia
•
25 Mar 2026

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026
