
Fokus Berita – Bahan bakar langka, pengungsi Gaza terpaksa gunakan sampah plastik untuk memasak

Foto yang diabadikan di Gaza City utara pada 24 Juni 2025 ini menunjukkan seorang anak Palestina memanggul sekantong kayu bakar yang dikumpulkan di sebuah tempat penampungan sementara di tengah kelangkaan gas dan bahan bakar yang berkepanjangan. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Ketika sampah plastik dibakar di tempat penampungan atau tenda darurat, kondisi ventilasi udara yang buruk akan menimbulkan risiko keselamatan dan kesehatan yang sangat besar bagi anggota keluarga yang rentan, termasuk anak-anak dan lansia.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Di samping masalah kelaparan, serangan tembakan, dan pengeboman, warga sipil di Gaza kini harus menghadapi bahaya mematikan lainnya, yakni penggunaan sampah plastik untuk bahan bakar memasak, kata badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (25/6)."Penembakan dan pengeboman di Jalur Gaza terus berdampak buruk pada warga sipil. Serangan-serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan dan melukai banyak orang, sebagian besar di antaranya saat sedang mencari bantuan," kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA). "Para mitra melaporkan bahwa akibat kelangkaan bahan bakar, gas, dan listrik, warga pun membakar sampah plastik untuk memasak."Ketika sampah plastik dibakar di tempat penampungan atau tenda darurat, kondisi ventilasi udara yang buruk akan menimbulkan risiko keselamatan dan kesehatan yang sangat besar bagi anggota keluarga yang rentan, termasuk anak-anak dan lansia, papar OCHA.
Foto yang diabadikan di sebuah jalan di utara Gaza City pada 22 Juni 2025 ini menunjukkan warga Palestina membawa bantuan yang mereka terima dari truk yang memasuki Jalur Gaza utara. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Warga Palestina berduka atas kematian seorang korban serangan udara Israel di sebuah rumah sakit di Gaza City pada 25 Juni 2025. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Pengungsi Palestina berdesakan di depan pusat distribusi makanan gratis di sebuah kamp pengungsi di Gaza City utara pada 21 Juni 2025. (Xinhua/ Rizek Apbdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – China berikan persetujuan bersyarat dua obat buatan dalam negeri
Indonesia
•
30 Jan 2023

Lebih dari 15 juta anak putus sekolah akibat konflik di Sudan
Indonesia
•
13 Nov 2024

Pakar sebut generasi muda Australia hadapi krisis kesehatan mental
Indonesia
•
30 Jan 2024

Turki jadi tujuan wisatawan Eropa saat biaya energi melonjak di musim dingin
Indonesia
•
13 Sep 2022


Berita Terbaru

Forum pembaca volume kelima buku ‘Xi Jinping: Tata Kelola China’ edisi bahasa Inggris digelar di Kuala Lumpur
Indonesia
•
01 May 2026

Feature – ‘Becoming Chinese’ di Kunming, perjalanan menelusuri akar budaya seorang ‘blogger’ Tionghoa-Amerika
Indonesia
•
30 Apr 2026

Indonesia-China perkuat kerja sama pendidikan vokasi dalam Forum CITIEA 2026
Indonesia
•
28 Apr 2026

Volume kelima buku ‘Xi Jinping: Tata Kelola China’ edisi bahasa Inggris dipromosikan di Indonesia
Indonesia
•
28 Apr 2026
