
Wahana pendarat milik NASA, InSight, akhiri misi di Mars

Foto yang diabadikan pada 24 April 2022 ini menunjukkan wahana pendarat (lander) milik NASA, InSight, di Mars. (Sumber: NASA)
Wahana pendarat InSight diluncurkan pada Mei 2018, dan mendarat dengan selamat di Mars pada akhir November 2018, menandai pendaratan Mars pertama NASA sejak wahana penjelajah (rover) Curiosity pada 2012.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Wahana pendarat (lander) milik Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) NASA, InSight, telah mengakhiri misinya setelah lebih dari empat tahun mengumpulkan informasi ilmiah unik di Mars, demikian diumumkan NASA pada Rabu (21/12).Tim kendali misi di Jet Propulsion Laboratory NASA di California Selatan tidak dapat menghubungi wahana pendarat tersebut setelah dua upaya berturut-turut, yang membuat mereka menyimpulkan bahwa baterai bertenaga surya wahana luar angkasa itu telah kehabisan daya, sebuah kondisi yang oleh para insinyur disebut sebagai "bus mati" (dead bus).NASA sebelumnya telah memutuskan untuk menyatakan misi tersebut berakhir jika wahana pendarat itu tidak dapat terhubung setelah dua upaya komunikasi.Terakhir kali InSight berkomunikasi dengan Bumi adalah pada 15 Desember, menurut NASA.InSight diluncurkan pada Mei 2018 untuk mempelajari bagian dalam Mars. Wahana tersebut mendarat dengan selamat di Planet Merah itu pada akhir November 2018, menandai pendaratan Mars pertama NASA sejak wahana penjelajah (rover) Curiosity pada 2012.Selain itu, InSight juga telah mendeteksi sekitar 1.300 gempa di Mars, dan membuat penemuan ilmiah yang tak terhitung jumlahnya dalam lebih dari empat tahun terakhir, menurut NASA.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Manekin untuk ahli bedah buatan Rusia digunakan di universitas
Indonesia
•
20 Nov 2021

Aramco pakai teknologi canggih operasikan sumur minyak
Indonesia
•
20 Oct 2019

Wahana antariksa China Chang'e-6 dijadwalkan diluncurkan pada paruh pertama 2024
Indonesia
•
11 Jan 2024

Ilmuwan China tunjukkan efisiensi dan keamanan obat baru untuk oHCM
Indonesia
•
11 Sep 2023


Berita Terbaru

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026

Rusia targetkan pembangunan PLTN di Bulan dalam 5-7 tahun
Indonesia
•
20 Mar 2026

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026
