
Wahana antariksa Orion NASA tuntaskan terbang lintas terdekat ke Bulan

Roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa (Space Launch System) NASA yang mengangkut wahana antariksa Orion lepas landas pada uji penerbangan Artemis I di Kennedy Space Center NASA di Florida, Amerika Serikat, pada 16 November 2022. (Xinhua/NASA/Keegan Barber)
Wahana antariksa Orion milik NASA menyelesaikan terbang lintas (flyby) terdekatnya ke Bulan, pada ketinggian 81 mil (130 km) di atas permukaan Bulan, melaju dengan kecepatan 5.102 mpj (8.163 km/jam).
Los Angeles, AS (Xinhua) – Wahana antariksa Orion milik NASA menyelesaikan terbang lintas (flyby) terdekatnya ke Bulan pada Senin (21/11) pagi.Sebelum terbang lintas, tim misi melakukan outbound powered flyby burn pada pukul 07.44 EST atau pukul 19.44 WIB, meningkatkan kecepatan wahana antariksa itu dengan laju lebih dari 580 mil per jam (mpj), atau 928 kilometer per jam (km/jam), menurut NASA.Pada saat terbang lintas, Orion berada pada ketinggian 81 mil (130 km) di atas permukaan Bulan, melaju dengan kecepatan 5.102 mpj (8.163 km/jam). Sementara itu, Orion berada pada jarak 230.000 mil (368.000 kilometer) lebih dari permukaan Bumi saat terbang lintas tersebut.Outbound powered flyby burn adalah yang pertama dari dua manuver yang diperlukan untuk memasuki orbit retrograde jauh di sekitar Bulan, ungkap NASA.Mengangkut Orion nirawak, Sistem Peluncuran Luar Angkasa (Space Launch System) NASA lepas landas untuk debut uji penerbangannya pada Rabu (16/11) dari Launch Pad 39B di Kennedy Space Center NASA di Florida.Wahana antariksa tersebut dijadwalkan akan kembali ke Bumi pada 11 Desember dan mendarat di lepas pantai San Diego, California.Uji penerbangan Artemis I akan membuka jalan bagi uji penerbangan berawak dan eksplorasi Bulan manusia di masa depan sebagai bagian dari program lunar Artemis NASA.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan manfaatkan baterai kuantum untuk jadi pemasok daya super bagi komputer kuantum
Indonesia
•
30 Jan 2026

COVID-19 – Perlindungan vaksin Pfizer berkurang setelah dua dosis
Indonesia
•
28 Nov 2021

Tim ilmuwan China realisasikan simpul jaringan kuantum bebas ‘crosstalk’
Indonesia
•
25 Jan 2024

Peternakan laut cerdas bantu modernisasi sektor perikanan Hainan
Indonesia
•
19 Jul 2023


Berita Terbaru

Protein yang selama ini lawan kanker ternyata bisa bantu sel kanker bertahan
Indonesia
•
15 Aug 2026

Telaah – Tiga gempa dahsyat guncang Amerika Selatan, benarkah kawasan ini makin aktif?
Indonesia
•
15 Aug 2026

Gigitan nyamuk bisa jadi ‘booster’ alami untuk cegah malaria, studi ungkap harapan baru
Indonesia
•
15 Aug 2026

Feature – ‘Smartwatch’ dan gaya hidup berbasis data, mengapa makin diminati di Indonesia?
Indonesia
•
15 Aug 2026
