
COVID-19 – Sri Lanka akan gunakan vaksin Sinopharm untuk ‘booster’

Foto yang diabadikan pada 22 April 2022 ini menunjukkan vaksin inaktif untuk melawan varian Omicron yang dikembangkan oleh China National Biotec Group yang berafiliasi dengan Sinopharm. (Xinhua)
Vaksin Sinopharm China akan digunakan oleh Sri Lanka untuk vaksinasi penguat (booster) COVID-19 bagi warganya, di saat infeksi virus corona kemungkinan besar akan meningkat di negara kepulauan itu pada tahun ini.
Kolombo, Sri Lanka (Xinhua) – Otoritas kesehatan Sri Lanka pada Rabu (4/1) mengatakan bahwa orang-orang yang belum menerima suntikan vaksin penguat (booster) COVID-19 harus menerima vaksin Sinopharm China, di saat infeksi virus corona kemungkinan besar akan meningkat di negara kepulauan itu pada tahun ini.Kepala Epidemiolog di Unit Epidemiologi Kementerian Kesehatan Sri Lanka Samitha Ginige mengatakan kepada wartawan bahwa 6 juta orang yang berusia di atas 18 tahun di Sri Lanka belum menerima vaksin booster."Kami memiliki stok 1,8 juta vaksin Sinopharm," kata Ginige.Dirinya mengatakan tidak ada ancaman langsung dan segera bagi Sri Lanka meskipun terdapat sedikit peningkatan infeksi COVID-19 secara global."Kami tidak dapat mencegah masuknya varian COVID-19 apa pun ke negara ini. Kami hanya bisa menundanya," ujarnya, seraya menambahkan bahwa satu-satunya cara adalah menerima suntikan vaksin COVID-19.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Turki peringati 569 tahun penaklukan Istanbul
Indonesia
•
29 May 2022

Pemerintah AS rilis kumpulan dokumen baru terkait pembunuhan JFK
Indonesia
•
16 Dec 2022

Rata-rata angka harapan hidup warga China capai 79,25 tahun pada 2025
Indonesia
•
08 Mar 2026

Taiwan akan luncurkan tunjangan keluarga untuk tingkatkan kelahiran
Indonesia
•
28 Jun 2021


Berita Terbaru

Feature – ‘Becoming Chinese’ di Kunming, perjalanan menelusuri akar budaya seorang ‘blogger’ Tionghoa-Amerika
Indonesia
•
30 Apr 2026

Indonesia-China perkuat kerja sama pendidikan vokasi dalam Forum CITIEA 2026
Indonesia
•
28 Apr 2026

Volume kelima buku ‘Xi Jinping: Tata Kelola China’ edisi bahasa Inggris dipromosikan di Indonesia
Indonesia
•
28 Apr 2026

Afghanistan berisiko kehilangan 25.000 guru dan nakes perempuan per 2030
Indonesia
•
29 Apr 2026
