
PLTN Xudapu di China mulai pembangunan unit daya baru

Foto dari udara yang diabadikan pada 25 Juli 2023 ini memperlihatkan proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Xudapu di Huludao, Provinsi Liaoning, China timur laut. (Xinhua/Long Lei)
Unit daya PLTN Xudapu akan menggunakan reaktor air bertekanan generasi ketiga yang dikembangkan sendiri oleh China, dengan keamanan dan kinerja yang lebih baik.
Shenyang, China (Xinhua/Indonesia Window) – Pembangunan unit daya No. 2 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Xudapu di Provinsi Liaoning, China timur laut, telah dimulai pada Rabu (17/7).Dengan kapasitas terpasang sebesar 1,29 GW, unit daya No. 2 tersebut merupakan unit daya keempat yang mulai dibangun di PLTN yang terletak di Kota Huludao itu, dan dijadwalkan mulai beroperasi pada 2029.Unit daya tersebut akan menggunakan reaktor air bertekanan generasi ketiga yang dikembangkan sendiri oleh China, dengan keamanan dan kinerja yang lebih baik, menurut PLTN tersebut.Xudapu merupakan PLTN kedua di China timur laut, pusat industri berat yang sedang mempercepat transisi ke energi bersih.Dengan total investasi sebesar 140 miliar yuan atau sekitar 19,6 miliar dolar AS, PLTN itu dirancang untuk memiliki enam reaktor air bertekanan dengan kapasitas terpasang gabungan sebesar 7,6 GW. Setelah rampung, PLTN itu dapat menghasilkan 54 miliar kWh listrik per tahun.PLTN itu diinvestasikan oleh China National Nuclear Power Co., Ltd., anak perusahaan China National Nuclear Corporation (CNNC). Pembangunan dua unit daya pertama di PLTN itu dimulai pada 2021. Unit daya ketiganya, unit daya No. 1, mulai dibangun pada November 2023.*1 yuan = 2.230 rupiah**1 dolar AS = 16.203 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China luncurkan jalur monorel suspensi pertama
Indonesia
•
02 Oct 2023

Astronaut Saudi akan lakukan 14 percobaan di Stasiun Luar Angkasa Internasional
Indonesia
•
22 May 2023

Spesies ular baru ditemukan di Hunan, China tengah
Indonesia
•
02 Feb 2024

Uganda pertimbangkan penggunaan teknologi digital untuk tingkatkan konservasi satwa liar
Indonesia
•
22 Feb 2024


Berita Terbaru

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026

Jejak tsunami purba ditemukan dari Banten hingga Bali, diduga terjadi 400 tahun lalu
Indonesia
•
09 Jun 2026

Eksperimen 7 hari di luar angkasa bisa membantu jutaan penderita ‘fatty liver’
Indonesia
•
09 Jun 2026
