
Pesawat amfibi AG600 China selesaikan uji kecepatan lepas landas minimum

Sebuah pesawat amfibi besar AG600 China terlihat di pangkalan uji coba penerbangan di wilayah Pucheng, Provinsi Shaanxi, China barat laut, pada 17 Juli 2024. (Xinhua/Shao Rui)
Uji kecepatan lepas landas minimum merupakan salah satu uji terbang paling sulit dan berisiko tinggi untuk pesawat angkut. Pengujian ini sangat penting untuk memastikan formulasi yang aman untuk kecepatan pesawat saat lepas landas dan mendarat.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Pesawat amfibi berukuran besar buatan China, AG600, pada Jumat (25/10) menyelesaikan uji terbang validasi kelaikan udara untuk memastikan kecepatan lepas landas minimumnya (minimum unstick speed), demikian diumumkan Aviation Industry Corporation of China (AVIC).Pesawat AG600 yang dikembangkan secara mandiri oleh China menjalani prosedur uji terbang tersebut di wilayah Pucheng, Provinsi Shaanxi, China barat laut, ungkap AVIC, produsen pesawat terkemuka di China.Uji kecepatan lepas landas minimum merupakan salah satu uji terbang paling sulit dan berisiko tinggi untuk pesawat angkut. Pengujian ini sangat penting untuk memastikan formulasi yang aman untuk kecepatan pesawat saat lepas landas dan mendarat.Kesuksesan dalam penyelesaian uji terbang ini meletakkan dasar yang kuat untuk uji terbang keselamatan dan sertifikasi kelaikan terbang AG600 selanjutnya, menurut pengembang pesawat tersebut.
Foto dokumentasi ini menunjukkan pesawat amfibi berukuran besar buatan China, AG600, melakukan uji terbang di atas air di Kota Jinmen, Provinsi Hubei, China tengah, pada 26 April 2023. Pesawat amfibi berukuran besar buatan China, AG600, memasuki tahap uji terbang sertifikasi, demikian diumumkan oleh Aviation Industry Corporation of China (AVIC) pada Selasa (23/7). Pada Selasa, Pusat Sertifikasi Kelaikan Udara Administrasi Penerbangan China menerbitkan Otorisasi Inspeksi Tipe (Type Inspection Authorization/TIA) untuk model pertama keluarga pesawat amfibi berukuran besar AG600 tersebut, ungkap AVIC, produsen pesawat terbang terkemuka di China. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Uganda pertimbangkan penggunaan teknologi digital untuk tingkatkan konservasi satwa liar
Indonesia
•
22 Feb 2024

Peneliti Kementerian ESDM kembangkan anoda baterai berbahan dasar batu bara
Indonesia
•
11 Jan 2021

Model bahasa skala besar generasi baru dirilis di Shanghai
Indonesia
•
19 Jan 2024

COVID-19 – Penerima vaksin dianjurkan tidak hamil selama 90 hari setelah dosis kedua
Indonesia
•
05 Mar 2021


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
