Uji jaringan 4G berujung kebakaran 530.000 hektare lahan di Mongolia, KDDI Jepang minta maaf

Foto udara yang diambil menggunakan 'drone' pada 11 Oktober 2026 memperlihatkan petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan kebakaran padang rumput di wilayah perbatasan antara Tiongkok dan Mongolia. (Xinhua)

Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Raksasa telekomunikasi Jepang KDDI meminta maaf atas kebakaran hutan besar yang menghancurkan sebuah cagar alam yang dilindungi di Mongolia timur pada awal bulan ini setelah anak perusahaannya dilaporkan terlibat dalam kebakaran tersebut, sebagaimana diberitakan stasiun penyiaran publik NHK pada Jumat (23/10).

Kebakaran terjadi pada 8 Oktober di Kawasan Perlindungan Ketat Numrug di Provinsi Dornod, Mongolia timur, dan menyebar ke area padang rumput yang luas. Api berhasil dikendalikan pada 12 Oktober dan sepenuhnya padam pada 16 Oktober, menurut Kantor Berita Montsame milik negara.

KDDI mengatakan Yasuhiro Ochi, kepala anak perusahaannya di Mongolia yaitu Mobicom, beserta dua eksekutif lainnya berada di dalam cagar alam itu ketika insiden tersebut terjadi. Perusahaan itu mengatakan pihaknya menanggapi dampak besar kebakaran ini terhadap lingkungan alam Mongolia dengan "sangat serius."

Lebih dari 10 orang dan lima kendaraan dari Mobicom memasuki cagar alam itu pada 8 Oktober, termasuk sejumlah warga negara Jepang. Menurut laporan media Mongolia, salah satu kendaraan terbakar dan memicu kebakaran hutan.

KDDI mengatakan para eksekutif Mobicom telah memasuki kawasan lindung dengan kendaraan untuk melakukan uji coba jaringan komunikasi 4G mereka dan telah memperoleh izin resmi untuk memasuki area tersebut. Perusahaan itu belum mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang bagaimana kebakaran tersebut dimulai.

Namun, sejumlah outlet media Mongolia mempertanyakan apakah kelompok itu memiliki tujuan lain untuk memasuki cagar alam tersebut, termasuk kemungkinan berburu atau menangkap spesies ikan yang terancam punah.

Pejabat pemerintah berjanji akan menuntut pertanggungjawaban hukum dan meminta kompensasi atas kerusakan itu, menurut laporan media.

KDDI mengatakan perusahaan itu telah memberi tahu badan keamanan perbatasan sebelumnya dan bahwa pergerakan kelompok tersebut pada hari itu mengikuti rute yang telah ditentukan, seraya menambahkan bahwa pihaknya memahami kunjungan tersebut dimaksudkan untuk pengujian jaringan 4G, tetapi tidak akan berkomentar lebih lanjut sembari menunggu hasil penyelidikan resmi.

Angka awal yang dirilis pada Selasa (20/10) oleh Kementerian Lingkungan dan Perubahan Iklim Mongolia menunjukkan bahwa kebakaran itu menghanguskan sekitar 530.000 hektare lahan, termasuk sekitar 470.000 hektare di dalam kawasan lindung, setara dengan 79,8 persen dari total luas cagar alam tersebut.

Kementerian itu telah meluncurkan penilaian komprehensif terhadap kerusakan ekologis dan lingkungan yang disebabkan oleh kebakaran tersebut. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait