
Uganda cabut ‘lockdown’ Ebola di pusat wabah

Seorang pria mendisinfeksi fasilitas di sebuah pusat isolasi di Distrik Mubende, Uganda, pada 1 November 2022. (Xinhua/Hajarah Nalwadda)
Uganda cabut lockdown Ebola di pusat wabah, Mubende, yang merupakan distrik episentrum saat awal wabah ini, sambil menunggu waktu 24 hari untuk menuntaskan masa tunggu 42 hari yang merupakan dua siklus inkubasi, guna memberi jaminan bahwa wabah telah benar-benar terkendali.
Kampala, Uganda (Xinhua) – Uganda mencabut karantina wilayah (lockdown) Ebola yang telah diberlakukan selama dua bulan di episentrum wabah.Dalam pernyataan yang dibacakan pada akhir pekan lalu oleh Wakil Presiden Uganda Jessica Alupo atas nama Presiden Yoweri Museveni, dikatakan bahwa pembatasan itu dicabut karena tidak ada penularan, tidak ada kontak dalam tindak lanjut, dan tidak ada pasien di fasilitas isolasi."Dengan latar belakang inilah saya mencabut semua pembatasan pergerakan dan jam malam di distrik Mubende dan Kassanda, berlaku segera," kata sang presiden."Ini tidak berarti wabah telah berakhir, kita tetap dalam kewaspadaan tinggi dengan pengawasan ketat di seluruh negeri," imbuhnya.Museveni mengatakan negara itu sedang menghitung mundur untuk dinyatakan bebas Ebola oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)."Meskipun kita telah mencatatkan keberhasilan besar dalam pengendalian epidemi ini, saya diberi tahu bahwa kita masih memiliki waktu 24 hari untuk menuntaskan masa tunggu 42 hari yang merupakan dua siklus inkubasi, guna memberi jaminan bahwa wabah telah terkendali," kata Museveni.WHO mengatakan bahwa agar suatu negara dinyatakan bebas Ebola, negara tersebut harus menghabiskan waktu 42 hari (dua kali siklus inkubasi virus Ebola selama 21 hari) tanpa ada kasus baru yang dilaporkan.Angka dari Kementerian Kesehatan Uganda menunjukkan bahwa sejak wabah merebak pada 20 September, tercatat total 142 kasus terkonfirmasi, 56 kematian, dan 86 kasus kesembuhan, tanpa adanya kontak baru dalam tindak lanjut. Distrik yang paling terdampak adalah Mubende, yang juga merupakan distrik episentrum saat awal wabah ini.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kisah – Pemuda Gaza daur ulang limbah kopi jadi pupuk ramah lingkungan
Indonesia
•
26 Jan 2023

Kisah – Kemiskinan selimuti warga Afghanistan saat musim dingin
Indonesia
•
18 Dec 2022

Arab Saudi buka kembali umroh secara bertahap mulai 4 Oktober
Indonesia
•
23 Sep 2020

Feature – Menjelajahi tempat bersejarah komunitas Tionghoa Benteng
Indonesia
•
28 Dec 2023


Berita Terbaru

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Wawancara – Di tengah kesibukan, orang tua tetap harus hadir untuk anak
Indonesia
•
20 Sep 2026
