COVID-19 – UEA kembangkan teknologi tes cepat COVID-19 dengan laser

UEA kembangkan teknologi tes cepat COVID-19 dengan laser
Tim peneliti QuantLase Imaging Lab memamerkan alat uji COVID-19 yang memungkinkan pemeriksaan pasien dilakukan dalam waktu cepat pada skala yang lebih luas. (Pemerintah Uni Emirat Arab)

Jakarta (Indonesia Window) – QuantLase Imaging Lab, cabang penelitian medis dari Abu Dhabi Stock Exchange yang terdaftar di Bursa Efek Abu Dhabi, IHC, mengumumkan telah mengembangkan peralatan baru yang dapat melakukan uji COVID-19 secara massal pada skala yang lebih luas dalam hitungan detik.

Pernyataan dari Kedutaan Besar Uni Emirat Arab (UEA) di Jakarta menyebutkan, teknologi tersebut akan memperkuat posisi negara Timur Tengah tersebut sebagai pusat penelitian dan inovasi.

Saat ini para ilmuwan di seluruh dunia berupaya menciptakan metode pengujian yang lebih cepat bagi pasien yang diduga telah terinfeksi virus corona dan mengidentifikasi pembawa sebelum menularkan orang lain.

Menteri Kesehatan dan Pencegahan UEA Abdul Rahman bin Mohammad bin Nasser Al Owais menyampaikan pihaknya selalu mengikuti perkembangan inovasi terkait deteksi dini dan cepat COVID-19.

“Pemerintah UEA tertarik pada inisiatif yang membantu sistem perawatan kesehatan di UEA. Para pejabat kesehatan telah memantau dengan seksama kemajuan uji coba dengan QuantLase. Kami bangga melihat teknologi yang akan membantu melindungi tim kami dengan lebih baik,” ujar menteri.

Teknologi

Sementara itu, ketua tim peneliti di laborotorium, Dr. Pramod Kumar, menjelaskan, peralatan yang menggunakan detektor CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) itu — yang digunakan untuk membuat gambar dalam kamera digital, kamera video digital dan kamera CCTV digital — membantu proses screening secara lebih besar dengan hasil tersedia dalam hitungan detik.

Lebih lanjut dia menerangkan, teknik DPI (Diffractive Phase Interferometry) berbasis laser yang didasarkan pada modulasi fase optik itu mampu memberikan tanda infeksi dalam beberapa detik.

“Terlebih lagi, alat  ini mudah digunakan, non-invasif dan berbiaya murah. Perangkat ini cocok untuk digunakan di rumah sakit dan tempat-tempat umum seperti bioskop dan pusat perbelanjaan dengan sedikit pelatihan. Alat ini juga dapat digunakan untuk pengujian dan pemantauan internal. Kami percaya itu akan menjadi game-changer dalam menangani penyebaran coronavirus,” imbuh Pramod Kumar.

Mengenai peran penting Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam sistem diagnostik, Dr. Kumar mengatakan model analisis citra AI canggih berhasil memprediksi hasil setiap gambar dalam segi ketepatan, kecepatan, dan skala.

“Ini sangat penting dalam program pengujian skala besar, di mana sejumlah besar gambar perlu dianalisis dengan akurat dan efisien. Laboratorium ini menggunakan G42, perusahaan AI dan Cloud Computing terkemuka untuk lebih meningkatkan program laser,” jelas dia.

“Dengan 1.000 uji pertama, kami menyempurnakan percobaan kami dan kemudian menerapkannya pada sisa percobaan. Prosesnya melewati beberapa tahap, dan yang terbaru sedang diuji coba dalam skala besar, sejalan dengan prosedur pengujian saat ini,” lanjut Dr. Kumar.

Sejak COVID-19 dinyatakan sebagai pandemik global pada Maret 2020 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), para ilmuwan terus mengembangkan teknologi yang tidak hanya akan mengurangi waktu diagnosis, tapi juga memungkinkan dokter untuk berkonsentrasi pada pasien berdasarkan kebutuhan.

Saat ini dibutuhkan beberapa jam untuk mendiagnosis kasus COVID-19.

Menurut Dr. Kumar, QuantLase Imaging Lab berencana meluncurkan produk di pasar dalam beberapa bulan.

“Sejauh teknik DPI kami mampu mendeteksi virus begitu sel darah terinfeksi. Tujuan kami adalah mencapai tingkat akurasi maksimum,” katanya.

Mencapai terobosan ilmiah yang berfokus pada kesejahteraan manusia adalah salah satu pilar Strategi Nasional untuk Inovasi Lanjutan yang diumumkan oleh pemerintah UEA pada Februari 2018.

Strategi baru ini juga menyerukan kolaborasi dengan lembaga internasional terkemuka dan perusahaan yang berspesialisasi dalam bidang inovasi.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here